HOME  ⁄  Nasional

UMSU Perkuat Diplomasi Pendidikan dan Kebudayaan Melalui Kerja Sama dengan Tiongkok

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

UMSU Perkuat Diplomasi Pendidikan dan Kebudayaan Melalui Kerja Sama dengan Tiongkok
Foto: (Sumber : Delegasi dari berbagai unsur perguruan tinggi, tokoh agama, FKUB, media, dan organisasi Tionghoa Sumatera Utara, saat mengunjungi sejumlah kota penting di Tiongkok. ANTARA/HO-UMSU.)

Pantau - Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara memperkuat hubungan internasional dengan membuka peluang kerja sama pendidikan, investasi, dan pertukaran kebudayaan bersama Tiongkok.

Ketua Badan Pembina Harian UMSU Prof Agussani mengatakan hubungan antara UMSU dan Konsulat Jenderal Tiongkok di Sumatera Utara telah terjalin cukup lama, salah satunya melalui keberadaan China Corner di lingkungan kampus.

“Pengembangan pendidikan di Indonesia memerlukan investasi. Muhammadiyah terbuka apabila investor dari Tiongkok ingin berkolaborasi dalam pengembangan pendidikan di Indonesia,” kata Agussani di Medan, Selasa (19/5).

Delegasi UMSU Kunjungi Sejumlah Kota di Tiongkok

Agussani menyebut delegasi yang terdiri dari unsur perguruan tinggi, tokoh agama, FKUB, media, dan organisasi Tionghoa Sumatera Utara baru-baru ini mengunjungi Beijing, Urumqi, dan Kashgar di wilayah Xinjiang.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung perkembangan pendidikan, teknologi, kehidupan sosial masyarakat, hingga kebudayaan di Tiongkok.

“Kunjungan itu menjadi jembatan untuk mempererat hubungan antarbangsa sekaligus membuka peluang kerja sama di berbagai bidang, khususnya pendidikan dan kebudayaan,” ujarnya.

Selama berada di Tiongkok, delegasi juga mengunjungi sejumlah situs sejarah dan pusat kebudayaan seperti Summer Palace, Forbidden City, dan Tembok Besar Tiongkok di Mutianyu.

UMSU Soroti Kehidupan Muslim di Xinjiang

Menurut Agussani, salah satu pengalaman penting dalam lawatan tersebut adalah melihat langsung kehidupan masyarakat Muslim di Xinjiang yang selama ini menjadi perhatian dunia internasional.

“Saya menyampaikan apa yang saya rasakan dan alami. Selama ini banyak pemberitaan yang menggambarkan umat Islam di Tiongkok terkekang dan terpinggirkan. Namun, selama kami berada di sana, kami hampir tidak menemukan hal tersebut,” ungkapnya.

Ia menilai Tiongkok berhasil melakukan transformasi modern tanpa meninggalkan akar sejarah dan budaya bangsa.

“Dari kunjungan ini kita bisa belajar bagaimana sejarah dan budaya menjadi salah satu pilar penting dalam transformasi Tiongkok modern,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, UMSU dijadwalkan menjadi tuan rumah silaturahim lanjutan bersama Konjen Tiongkok di Medan pada Juni 2026.

Penulis :
Ahmad Yusuf