
Pantau - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menggandeng Turki untuk memperkuat kolaborasi pendidikan tinggi, sains, teknologi, dan hilirisasi industri strategis nasional melalui kerja sama bilateral kedua negara.
Kerja sama tersebut dibahas dalam audiensi Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto dengan Duta Besar Republik Turki untuk Indonesia Talip Küçükcan di Kantor Kemdiktisaintek, Jakarta, Senin (18/5).
“Kami akan melakukan berbagai penyesuaian yang diperlukan untuk memperkuat kerja sama pendidikan tinggi, termasuk pengembangan pusat studi, program riset, pembelajaran bahasa dan budaya Indonesia maupun Turki, serta penguatan kolaborasi teknologi dan inovasi,” kata Brian Yuliarto.
Fokus Penguatan Pendidikan dan Teknologi
Brian menegaskan kerja sama internasional menjadi bagian penting dalam transformasi pendidikan tinggi Indonesia agar lebih adaptif terhadap tantangan global dan kebutuhan teknologi masa depan.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem inovasi dan hilirisasi industri nasional melalui semangat Diktisaintek Berdampak.
Duta Besar Turki Talip Küçükcan menyebut Indonesia merupakan mitra strategis penting bagi Turki dalam pengembangan pendidikan tinggi dan teknologi masa depan.
“Ketika kita berbicara tentang inovasi, pembangunan dan teknologi, kita membutuhkan lebih banyak dosen bergelar PhD. Kita dapat bekerja sama dalam berbagai prioritas, mulai dari teknologi, kesehatan, hingga ilmu sosial,” ujar Talip Küçükcan.
Siapkan Joint Working Group Pendidikan Tinggi
Indonesia dan Turki juga menindaklanjuti Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama pendidikan tinggi yang ditandatangani pada 12 Februari 2025 di Bogor.
Kerja sama mencakup mobilitas mahasiswa dan dosen, riset bersama, pertukaran akademik, pengembangan program joint degree dan double degree, hingga kolaborasi inovasi dan teknologi.
Kedua negara kini mempersiapkan pelaksanaan Joint Working Group (JWG) bidang pendidikan tinggi sebagai forum lanjutan implementasi kerja sama tersebut.
Forum itu akan membahas berbagai bidang prioritas seperti teknologi pertanian berkelanjutan, teknologi kesehatan, teknologi pertahanan, digitalisasi, kecerdasan artifisial (AI), semikonduktor, energi terbarukan, pengelolaan bencana, hingga teknologi kelautan.
Selain itu, Indonesia dan Turki juga membahas peluang pembentukan pusat riset vaksin bersama serta peningkatan jumlah dosen bergelar doktor melalui program studi lanjut di kampus-kampus Turki.
Saat ini tercatat terdapat 431 kerja sama aktif antara perguruan tinggi Indonesia dan Turki dalam bentuk pertukaran mahasiswa, konferensi ilmiah, riset bersama, hingga pengembangan kurikulum akademik.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





