
Pantau - Perpustakaan Nasional (Perpusnas) kembali mengukuhkan Heri Hendrayana Harris atau Gol A Gong sebagai Duta Baca Indonesia (DBI) Tahun 2026 untuk memperkuat budaya baca dan gerakan literasi masyarakat.
Pengukuhan dilakukan di Jakarta pada Senin (18/5) sebagai bagian dari program unggulan Perpusnas dalam menghadirkan sosok inspiratif yang mendorong masyarakat aktif meningkatkan minat membaca.
Kepala Perpusnas E. Aminudin Aziz mengatakan penugasan kembali Gol A Gong dilakukan untuk melanjutkan misi penguatan budaya baca dan literasi di Indonesia.
“Kami lanjutkan misinya karena ini adalah misi yang mulia,” ujar Aminudin dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.
Ia menyebut program Duta Baca Indonesia mendorong keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam gerakan literasi yang kolaboratif dan berdampak luas.
Gol A Gong Dinilai Aktif Gerakkan Literasi
Perpusnas menilai Gol A Gong memiliki kontribusi besar dalam menggerakkan budaya literasi di berbagai daerah selama menjabat sebagai DBI periode 2021–2025.
Menurut Aminudin, figur seperti Gol A Gong penting untuk menjaga semangat gerakan literasi di tengah berbagai tantangan dan keterbatasan.
Gol A Gong disebut aktif melibatkan berbagai lapisan masyarakat mulai dari Taman Bacaan Masyarakat (TBM), pemerintah daerah, penulis, hingga komunitas literasi di berbagai wilayah.
Pada 2026, program Duta Baca Indonesia dijalankan melalui skema non-APBN.
Meski demikian, Perpusnas berharap seluruh kegiatan pembudayaan kegemaran membaca tetap berjalan secara kreatif dan kolaboratif.
“Saya berharap tugas ini bisa dikerjakan dengan sepenuh hati walaupun pro bono,” tutur Aminudin.
Gol A Gong Sebut Literasi Harus Berasal dari Kepedulian
Sementara itu, Gol A Gong mengaku bersedia kembali menjalankan amanah sebagai Duta Baca Indonesia karena ingin memberi teladan bahwa gerakan literasi harus lahir dari kepedulian terhadap masyarakat.
“Gerakan literasi memang harus muncul dari hati, persoalan insentif mungkin bonus,” ungkap Gol A Gong.
Ia menilai penguatan program Duta Baca Indonesia dan Relawan Literasi Masyarakat (Relima) penting dilakukan karena memiliki peran strategis dalam membangun budaya baca nasional.
Gol A Gong juga menekankan pentingnya pengembangan jejaring dan kemampuan penulisan kreatif di era digital agar gerakan literasi semakin dekat dengan masyarakat.
“Kalau kita di ruang publik, kita bisa ajarkan pemustaka tentang penulisan kreatif, kelas inspiratif, dan memoir. Jadi, literasi itu dekat dengan masyarakat,” katanya.
- Penulis :
- Aditya Yohan





