
Pantau - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menargetkan sebanyak 150 ribu peserta mengikuti Program Magang Nasional 2026 gelombang empat yang ditujukan untuk memperluas akses kompetensi dan pengalaman kerja bagi lulusan baru di seluruh Indonesia.
Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kustandi mengatakan program tersebut masih berada dalam tahap pengajuan dan pembahasan anggaran di Sekretariat Negara sebelum direalisasikan.
"Untuk tahun ini kami sudah mengajukan ke Presiden dan sedang proses di Setneg untuk pembiayaan. Target 150 ribu peserta dan semoga bisa berjalan, paling tidak di Juli sudah mulai proses," ungkap Cris Kustandi.
Program Magang Nasional menjadi bagian dari ekosistem pengembangan kompetensi tenaga kerja yang juga mencakup Skill Hub dan Career Hub.
Program tersebut dapat diakses oleh mahasiswa maupun alumni perguruan tinggi untuk mendapatkan pelatihan, akses informasi kerja, serta peluang magang di berbagai sektor.
Program Menjangkau Seluruh Indonesia
Kemnaker menyebut Program Magang Nasional dirancang menjangkau seluruh wilayah Indonesia mulai dari Aceh hingga Papua dengan melibatkan berbagai instansi dan dunia usaha.
Bidang magang yang dibuka mencakup lintas sektor mulai dari pemerintahan, kementerian, lembaga negara, hingga perusahaan swasta.
"Bidangnya semua bidang. Jadi pemerintahan juga kita akan buka, kementerian, negara, lembaga, kemudian perusahaan juga," kata Cris Kustandi.
Program magang sebelumnya juga disebut mendapatkan respons positif dari dunia usaha maupun instansi pemerintah karena dinilai membantu memenuhi kebutuhan tenaga kerja sekaligus meningkatkan kompetensi peserta.
"Antusias luar biasa. Dari perusahaan mereka merasa terbantu sekali, dari kementerian juga terbantu karena tertutupi kebutuhan kerjanya, dan peserta mendapatkan keahlian serta sertifikat kompetensi," ujarnya.
Seleksi Berdasarkan Kebutuhan Instansi
Mekanisme seleksi program dilakukan melalui sistem pendaftaran berbasis kebutuhan instansi atau perusahaan yang membuka lowongan magang.
Seleksi tersebut mencakup penentuan kuota, bidang magang, hingga lokasi penempatan peserta.
"Penyaringan tetap seperti sebelumnya. Perusahaan membuka lowongan, kementerian membuka kebutuhan, lalu peserta mendaftar sesuai pilihan yang tersedia," jelas Cris Kustandi.
Program Magang Nasional diharapkan mampu memperkuat koneksi antara dunia pendidikan dengan dunia industri sekaligus meningkatkan kesiapan lulusan menghadapi kebutuhan pasar kerja nasional.
- Penulis :
- Shila Glorya





