Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pentagon Ajukan Rencana Pengambilan Uranium Iran kepada Presiden Trump dalam Operasi Berisiko Tinggi

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pentagon Ajukan Rencana Pengambilan Uranium Iran kepada Presiden Trump dalam Operasi Berisiko Tinggi
Foto: (Sumber : Fasilitas pengayaan uranium di Isfahan, Iran (wikipedia.org))

Pantau - Pentagon dilaporkan telah mengajukan rencana kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengambil material uranium yang telah diperkaya milik Iran melalui operasi militer kompleks dan berisiko tinggi.

Rencana Operasi Militer yang Kompleks

Laporan The Washington Post menyebutkan rencana tersebut disusun atas permintaan Trump dan melibatkan pengerahan ratusan hingga ribuan pasukan serta peralatan berat.

Operasi ini diperkirakan membutuhkan jalur udara untuk mengekstraksi material radioaktif dari fasilitas bawah tanah yang terlindungi.

“Anda harus mendapatkan peralatan penggalian, menembus beton dan pelindung timbal … dan kemudian entah bagaimana mencapai bagian dasar silo tersebut, mengeluarkan kontainer berisi material nuklir, dan menerbangkannya keluar,” ungkap sumber anonim.

Trump dalam wawancara dengan CBS menyatakan belum mempertimbangkan kemungkinan menyatakan kemenangan tanpa mengambil cadangan uranium tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa material tersebut sulit dijangkau.

Latar Belakang Konflik AS-Iran

Ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat meningkat sejak serangan Israel ke Iran pada 13 Juni tahun lalu yang menuduh Teheran menjalankan program nuklir militer.

Iran membantah tuduhan tersebut dan membalas serangan, yang kemudian berlanjut menjadi konflik selama 12 hari.

Amerika Serikat juga melakukan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran pada 22 Juni yang dibalas dengan serangan rudal Iran ke pangkalan AS di Qatar.

Pada 23 Juni, Trump mengumumkan gencatan senjata antara Israel dan Iran untuk mengakhiri konflik tersebut.

Namun pada 28 Februari 2026, serangan kembali terjadi yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah target di Iran, yang kemudian dibalas oleh Iran ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Penulis :
Aditya Yohan