Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

BRIN Kembangkan Teknologi Nuklir untuk Bersihkan Air Tercemar Logam Berat Secara Efisien

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BRIN Kembangkan Teknologi Nuklir untuk Bersihkan Air Tercemar Logam Berat Secara Efisien
Foto: (Sumber : Tim Satgas Bidang I Mitigasi dan Penanganan Kontaminasi Sumber Radiasi melakukan dekontaminasi radiasi Cesium-137 (Cs-137) yang terdeteksi di kawasan industri modern Cikande, Serang, Banten, Kamis (2/10/2025). ANTARA/HO-KLH.)

Pantau - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan teknologi pembersih air tercemar logam berat dengan memanfaatkan karbon aktif yang dimodifikasi melalui iradiasi gamma dan bahan ramah lingkungan.

Teknologi Baru Tingkatkan Daya Serap Logam

Ketua tim riset Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia BRIN Dhita Ariyanti mengatakan inovasi ini bertujuan menghadirkan solusi praktis dalam pengolahan air limbah.

"Kami mengembangkan metode untuk meningkatkan kemampuan karbon aktif dalam menyerap logam berat. Hasilnya menunjukkan potensi yang baik untuk diterapkan dalam pengolahan air limbah, terutama karena prosesnya relatif cepat dan efisien. Namun demikian, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan demi meningkatkan kinerja penyerapan limbah karbon aktif melalui inovasi teknologi radiasi," ujarnya.

Karbon aktif dimodifikasi menggunakan surfaktan Methyl Ester Sulfonate (MES) yang lebih ramah lingkungan, kemudian diproses dengan iradiasi gamma untuk meningkatkan struktur permukaan dan daya serap.

Proses Cepat dan Potensi Aplikasi Luas

Hasil penelitian menunjukkan material tersebut mampu menyerap logam tembaga lebih cepat dan efektif dibandingkan karbon aktif biasa, dengan kondisi optimal pada waktu kontak 15 menit dan dosis iradiasi 10 kiloGray.

"Iradiasi gamma memungkinkan perubahan struktur material hingga tingkat mikro, sehingga karbon aktif memiliki lebih banyak ruang dan situs aktif untuk menangkap logam berat. Ini menunjukkan bahwa teknologi nuklir dapat dimanfaatkan untuk mendukung solusi lingkungan," ujar peneliti Deny Swantomo.

Selain meningkatkan efektivitas, metode ini juga dinilai mampu menghemat waktu pengolahan limbah, terutama untuk kebutuhan industri.

BRIN menyebut penelitian masih terus dikembangkan agar teknologi ini dapat diterapkan secara luas dalam pengolahan limbah industri maupun penyediaan air bersih.

Penulis :
Ahmad Yusuf