Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Kemenhut dan AFoCO Perkuat Kerja Sama Strategis untuk Proyek Karbon dan Perhutanan Sosial di Indonesia

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kemenhut dan AFoCO Perkuat Kerja Sama Strategis untuk Proyek Karbon dan Perhutanan Sosial di Indonesia
Foto: (Sumber : Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dan Direktur Eksekutif AFoCo Park Chongho berfoto bersama usai pertemuan di Seoul, Korea Selatan, Rabu (1/4/2026). (ANTARA/HO-Kemenhut RI))

Pantau - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI bersama Organisasi Kerja Sama Hutan Asia (Asian Forest Cooperation Organization/AFoCO) memperkuat kerja sama strategis dalam pengembangan proyek karbon, rehabilitasi lahan, dan perhutanan sosial melalui pertemuan di Seoul, Korea Selatan, Rabu (1/4/2026).

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari diplomasi hijau dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto untuk mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Korea Selatan.

“Pertemuan Kemenhut-AFoCO merupakan upaya diplomasi hijau dari rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam rangka mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Republik Korea Selatan,” ungkapnya.

Peluang Proyek Karbon dan Pendanaan Internasional

Direktur Eksekutif AFoCO Park Chongho dalam pertemuan tersebut menyoroti peluang besar pengembangan proyek karbon di Indonesia yang mencakup kawasan perhutanan sosial, taman nasional, serta area konsesi.

“Selain itu, AFoCO saat ini tengah mengembangkan skema pendanaan campuran (blended finance) untuk mendukung kegiatan penanaman kembali lahan terdegradasi yang dapat diklaim sebagai proyek karbon,” ujar Raja Antoni menyampaikan pernyataan tersebut.

AFoCO juga telah memperoleh status sebagai entitas terakreditasi pada Green Climate Fund sehingga membuka akses lebih luas bagi Indonesia terhadap pendanaan internasional di sektor kehutanan berkelanjutan.

Selain itu, dukungan pendanaan dari Rabobank untuk proyek agroforestry carbon di kawasan Asia Pasifik diharapkan dapat direplikasi di Indonesia.

Komitmen Penguatan Perhutanan Sosial

Kemenhut menegaskan komitmennya untuk memperkuat pengelolaan hutan berkelanjutan yang memberikan manfaat ekologis dan ekonomi bagi masyarakat.

“Kemenhut berkomitmen untuk memperkuat kerja sama dengan AFoCO dalam mendorong pengelolaan hutan berkelanjutan, termasuk melalui pengembangan proyek karbon yang memberikan manfaat ekologis sekaligus ekonomi bagi masyarakat,” ujar dia.

Sebagai langkah konkret, Kemenhut mengusulkan penempatan Utusan Tetap di kantor pusat AFoCO guna meningkatkan efektivitas koordinasi kelembagaan.

Kemenhut juga mengundang AFoCO untuk mendukung pengelolaan Hutan Adat seluas 1,4 juta hektare dalam lima tahun ke depan.

Dukungan tersebut diharapkan mampu memperkuat pemberdayaan masyarakat perhutanan sosial terutama dalam mengatasi kendala pendanaan awal dan pendampingan teknis.

Penulis :
Aditya Yohan