
Pantau - Jakarta, 02-04-2026 - Di tengah tuntutan efisiensi dan kepatuhan dalam kegiatan industri dan logistik, pelaku usaha penerima fasilitas kepabeanan kerap menghadapi tantangan dalam pengelolaan administrasi, pemanfaatan fasilitas, hingga penyesuaian dengan regulasi terbaru. Tanpa pendampingan yang tepat, potensi fasilitas yang seharusnya mendorong daya saing justru belum termanfaatkan secara optimal. Untuk menjawab tantangan tersebut, Bea Cukai terus memperkuat fungsi sebagai trade facilitator dan industrial assistance melalui berbagai kegiatan asistensi dan kunjungan langsung ke pelaku usaha.
Di Semarang, Bea Cukai memberikan pendampingan teknis kepada PT Ungaran Sari Garments I pada Jumat (27/03). Kegiatan ini fokus pada optimalisasi penggunaan sistem IT Inventory, yaitu sistem pencatatan digital untuk memantau keluar-masuknya barang secara transparan dan tertata.
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo menegaskan pentingnya pengelolaan data yang baik dalam mendukung kepatuhan. Menurutnya, Bea Cukai berkomitmen untuk memastikan sistem yang digunakan dapat berjalan optimal dan memudahkan perusahaan dalam memenuhi ketentuan yang berlaku. "Melalui diskusi interaktif, berbagai kendala teknis dibahas bersama guna menghasilkan solusi yang aplikatif, sehingga operasional perusahaan menjadi lebih efisien," ujarnya.
Sementara itu, di Yogyakarta, Bea Cukai melakukan kunjungan ke PT Imeco Inter Sarana pada Senin (30/03). Perusahaan ini merupakan penerima fasilitas Gudang Berikat yang memberikan kemudahan berupa penangguhan bea masuk dan pajak dalam rangka impor.
Fasilitas tersebut berperan penting dalam menunjang distribusi suku cadang, khususnya untuk mendukung operasional perkeretaapian nasional. Melalui kunjungan ini, Bea Cukai memperkuat komunikasi dan kolaborasi dengan pelaku usaha guna memastikan kelancaran arus logistik yang berdampak langsung pada pelayanan transportasi publik.
Upaya serupa juga dilakukan di Balikpapan. Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Kalimantan Bagian Timur (Kalbagtim) menggelar forum diskusi bersama Asosiasi Pengusaha Kawasan Berikat pada Kamis (05/03). Forum ini menjadi ruang dialog untuk membahas ketentuan terbaru serta tantangan implementasi fasilitas Kawasan Berikat di lapangan.
"Melalui diskusi, pelaku usaha mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif terkait regulasi, sekaligus solusi atas kendala teknis dan administratif. Dengan pemanfaatan fasilitas yang optimal, Kawasan Berikat diharapkan mampu mendorong ekspor, menarik investasi, serta memperkuat struktur industri nasional," sebut Budi.
Rangkaian kegiatan asistensi ini menunjukkan bahwa dengan pendampingan yang berkelanjutan dari Bea Cukai, pelaku usaha dapat memanfaatkan fasilitas secara maksimal, meningkatkan efisiensi operasional, serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat.
- Penulis :
- Aditya Yohan








