
Pantau - Uni Emirat Arab (UEA) meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera menyetujui langkah termasuk penggunaan kekuatan militer untuk membuka kembali Selat Hormuz yang terganggu akibat konflik kawasan.
UEA Ajukan Permintaan Resmi ke PBB
Duta Besar UEA untuk PBB Mohamed Abushahab dalam surat kepada Sekretaris Jenderal Antonio Guterres dan Presiden Dewan Keamanan mendesak tindakan cepat.
Ia menyatakan Dewan Keamanan harus mengambil langkah segera untuk menjamin keamanan navigasi di kawasan tersebut.
UEA secara khusus meminta penerapan Bab VII Piagam PBB yang memungkinkan penggunaan langkah tegas, termasuk kekuatan militer.
Dampak Penutupan Selat Hormuz
Gangguan di Selat Hormuz terjadi sejak awal Maret setelah Iran membatasi jalur tersebut sebagai respons atas serangan Amerika Serikat dan Israel.
Selat Hormuz merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 20 juta barel minyak per hari atau sekitar 20 persen pasokan global.
Penutupan jalur ini telah memicu kenaikan harga minyak dunia, mengganggu pengiriman, serta meningkatkan kekhawatiran terhadap dampak ekonomi global.
Ketegangan kawasan meningkat sejak serangan militer AS dan Israel ke Iran pada akhir Februari yang kemudian dibalas oleh Teheran.
- Penulis :
- Aditya Yohan








