Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Mortir Aktif Ditemukan Warga Saat Cari Madu di Garut, Tim Jibom Brimob Langsung Evakuasi

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Mortir Aktif Ditemukan Warga Saat Cari Madu di Garut, Tim Jibom Brimob Langsung Evakuasi
Foto: Tim Satuan Penjinak Bom (Jibom) Pasukan Gegana Brimob Polda Jabar mengevakuasi mortir benda berbahaya karena berdaya ledak yang ditemukan warga di Blok Nangkob, Kampung Citaman, Desa Panjiwangi, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa 27/1/2026 (sumber: Polres Garut)

Pantau - Sebuah mortir aktif ditemukan oleh warga di kawasan kebun Blok Nangkob, Kampung Citaman, Desa Panjiwangi, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Selasa, 27 Januari 2026.

Mortir tersebut langsung dievakuasi oleh Tim Satuan Penjinak Bom (Jibom) dari Pasukan Gegana Brimob Polda Jawa Barat karena memiliki daya ledak tinggi dan membahayakan keselamatan warga.

Penemuan Mortir Saat Mencari Madu

Penemuan mortir berawal saat seorang warga sedang mencari madu di area perbukitan sekitar pukul 09.30 WIB.

Di sela-sela bebatuan, warga melihat benda logam berukuran besar dan mengenalinya sebagai jenis mortir.

"Setelah menemukan jenis mortir tersebut selanjutnya saksi menginformasikan kepada petugas", ungkap Kepala Polsek Tarogong Kaler, Iptu Polisi Ate Ahmad Hermawan.

Mendapat laporan tersebut, personel dari Polsek Samarang dan Tarogong Kaler segera mendatangi lokasi dan mengamankan area agar tidak ada masyarakat yang mendekat.

Evakuasi Mortir dan Tindakan Pengamanan

Polisi kemudian berkoordinasi dengan Satuan Brimob Polda Jawa Barat untuk penanganan lebih lanjut.

"Sebanyak lima orang personel Jibom Satuan Brimob Polda Jabar tiba di lokasi untuk melakukan pengecekan serta penanganan terhadap amunisi jenis mortir yang ditemukan", ia mengungkapkan.

Mortir yang ditemukan memiliki ukuran diameter sekitar 8,1 cm dan panjang sekitar 27 cm.

Saat ini, mortir tersebut telah diamankan oleh Tim Jibom dan rencananya akan dimusnahkan dengan metode disposal.

"Pengamanan yang akan dilakukan adalah disposal di lokasi karena dinilai cukup jauh dari pemukiman penduduk", jelas Iptu Ate.

Penulis :
Leon Weldrick