Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Indonesia dan Australia Sepakati Penguatan Kerja Sama Hukum dan Imigrasi dalam Pertemuan Bilateral di Jakarta

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Indonesia dan Australia Sepakati Penguatan Kerja Sama Hukum dan Imigrasi dalam Pertemuan Bilateral di Jakarta
Foto: (Sumber: (Kiri ke kanan) Menteri Dalam Negeri, Imigrasi, Kewarganegaraan, Keamanan Siber, dan Seni Australia Tony Burke, Menko Kumham Imipas RI Yusril Ihza Mahendra, serta Wamenko Kumham Imipas RI Otto Hasibuan, dalam pertemuan bilateral di Jakarta, Selasa (27/1/2026). ANTARA/HO-Kemenko Kumham Imipas RI..)

Pantau - Pemerintah Indonesia dan Australia sepakat mempererat kerja sama di bidang hukum dan imigrasi dalam pertemuan bilateral yang digelar di Jakarta pada Selasa, 27 Januari 2026.

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) RI, Yusril Ihza Mahendra, menyatakan bahwa hubungan kedua negara telah lama terjalin dan perlu dijaga melalui langkah konkret dan berkelanjutan.

"Kunjungan ini bukan sekadar agenda diplomatik rutin, melainkan mencerminkan kesungguhan Indonesia dan Australia untuk menjaga dan memperkuat hubungan yang sudah terbangun lama, terutama dalam bidang hukum, keimigrasian, dan penanganan berbagai persoalan lintas negara yang semakin kompleks," ungkap Yusril.

Hadapi Tantangan Global, Komunikasi dan Kerja Sama Jadi Kunci

Yusril menyoroti tantangan dalam kerja sama antarnegara, terutama terkait perbedaan regulasi, norma hukum, dan prosedur administratif.

Ia menekankan pentingnya komunikasi terbuka dan hubungan baik antar pemimpin serta institusi sebagai jembatan untuk menyelaraskan berbagai kendala yang ada.

"Pengalaman menunjukkan bahwa iktikad baik dan komunikasi yang erat sering kali menjadi kunci untuk menyelaraskan berbagai kendala normatif yang ada," ia mengungkapkan.

Yusril juga menyampaikan perhatian khusus Presiden Prabowo Subianto terhadap isu abolisi, amnesti, grasi, dan rehabilitasi.

Salah satu fokus kerja sama ke depan adalah upaya pemulangan narapidana WNI dari luar negeri melalui perjanjian bilateral, yang saat ini mulai dibahas dengan sejumlah negara, termasuk Filipina.

Australia Apresiasi Kemitraan Strategis dengan Indonesia

Menteri Dalam Negeri, Imigrasi, Kewarganegaraan, Keamanan Siber, dan Seni Australia, Tony Burke, menyambut baik penguatan hubungan antara kedua negara.

"Australia memandang Indonesia sebagai mitra utama di kawasan. Kerja sama di bidang imigrasi, penegakan hukum, dan mobilitas masyarakat memiliki arti penting bagi kedua negara dan kami ingin memastikan kolaborasi ini semakin kuat ke depan," ujarnya.

Pertemuan tersebut menegaskan komitmen kedua negara dalam menghadapi tantangan lintas negara di bidang hukum, HAM, imigrasi, dan pemasyarakatan.

Isu strategis yang dibahas meliputi apresiasi atas kerja sama imigrasi yang telah berjalan baik, peluang penguatan kerja sama di masa depan, serta komitmen bersama dalam menanggulangi penyelundupan manusia dengan pendekatan kolaboratif yang menyeimbangkan aspek keamanan dan kemanusiaan.

Working Holiday Visa Jadi Sorotan Positif

Program Working Holiday Visa menjadi salah satu sorotan dalam pertemuan tersebut dan diharapkan dapat terus berjalan secara optimal bagi generasi muda Indonesia dan Australia.

Ditjen Imigrasi RI menyampaikan bahwa program ini mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat Indonesia.

Namun, evaluasi menunjukkan bahwa program sebelumnya sempat mengalami kendala teknis akibat tingginya lalu lintas pendaftar.

Ke depan, Ditjen Imigrasi berharap kendala tersebut bisa diantisipasi lebih baik, bahkan membuka kemungkinan penambahan kuota permohonan dari Indonesia ke Australia.

Kemenko Kumham Imipas RI menegaskan komitmennya untuk terus mendorong sinergi hukum dan imigrasi dengan Australia melalui tata kelola yang adaptif, humanis, dan responsif terhadap tantangan global.

Penulis :
Ahmad Yusuf