Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Menag Sampaikan Dua Pesan Strategis kepada Badan Moderasi Beragama untuk Perkuat Tata Kelola dan Dampak Layanan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Menag Sampaikan Dua Pesan Strategis kepada Badan Moderasi Beragama untuk Perkuat Tata Kelola dan Dampak Layanan
Foto: (Sumber: Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam Rakernas Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) di Jakarta. ANTARA/HO-Kemenag.)

Pantau -  Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan dua pesan strategis kepada Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) dalam Rakernas yang digelar di Jakarta pada Jumat, 30 Januari 2026.

Menag menegaskan dua pesan utama tersebut adalah peningkatan kompetensi sumber daya manusia dan optimalisasi pemanfaatan teknologi untuk mewujudkan tata kelola birokrasi Kementerian Agama yang efisien dan berdampak.

“Dalam manajemen modern, semakin maju sebuah institusi, justru biaya operasionalnya semakin kecil. Karena itu kita perlu meng-upgrade SDM dan memaksimalkan pemanfaatan teknologi,” ungkapnya.

Ia menilai tantangan kelembagaan ke depan menuntut perubahan cara berpikir dalam pengelolaan organisasi pemerintah.

Modernisasi birokrasi, menurut Menag, harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas SDM dan pemanfaatan teknologi secara maksimal.

Menag juga menekankan pentingnya efisiensi anggaran agar belanja organisasi tidak hanya terserap untuk biaya rutin.

“Kementerian yang produktif itu bukan yang besar biaya operasionalnya, tetapi yang kecil pengeluarannya dan besar dampaknya,” ujarnya.

Selain tata kelola, Menag mengingatkan BMBPSDM agar peka membaca dinamika sosial-keagamaan di masyarakat.

Ia menyebut isu ekonomi umat, ketahanan keluarga, dan perubahan sosial sebagai hal yang perlu mendapat perhatian serius.

Menag menilai potensi keumatan sangat besar jika dikelola secara proaktif dan inovatif.

“Kalau kita proaktif dan berpikir out of the box, pundi-pundi keumatan itu sangat besar dan bisa dikelola untuk kemaslahatan umat,” katanya.

Menag juga meminta BMBPSDM tidak hanya melaporkan capaian yang bersifat seremonial.

“Saya ingin badan ini rajin menyetor persoalan kepada menteri, bukan hanya menyetor kebaikan. Karena dari persoalan itulah kebijakan bisa diperbaiki,” ujarnya.

Kepala BMBPSDM Kemenag Muhammad Ali Ramdhani menegaskan seluruh program kerja harus berpijak pada penguatan nilai-nilai keagamaan sebagai ruh utama kebijakan.

“Ikhtiar-ikhtiar yang kita lakukan tidak boleh sekadar selera kita, tetapi harus memberikan makna yang kuat terhadap penguatan nilai-nilai keagamaan dari seluruh perspektif kehidupan bangsa,” katanya.

Ia menyebut arah program Kemenag bertumpu pada tiga kata kunci, yakni rukun, maslahat, dan cerdas.

Program prioritas Kemenag meliputi penguatan kerukunan dan cinta kemanusiaan, ekoteologi, pelayanan keagamaan berdampak, pendidikan unggul dan ramah, penguatan ekonomi umat berbasis filantropi, pemberdayaan pesantren dan rumah ibadah, serta digitalisasi layanan keagamaan.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Tria Dianti