Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Toleransi Antarumat Beragama Menguat di Momen Idul Fitri 1447 Hijriah

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Toleransi Antarumat Beragama Menguat di Momen Idul Fitri 1447 Hijriah
Foto: (Sumber: Jajaran pengurus Gereja Paroki Hati Kudus Yesus di Jalan MGR Sugiyopranoto, Kota Malang, Jawa Timur, menyambut dan menyalami umat Islam, setelah pelaksanaan shalat Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, Sabtu (21/3/2026). ANTARA/Ananto Pradana.)

Pantau - Idul Fitri 1447 Hijriah pada 2026 menjadi momentum penting bagi masyarakat Indonesia dalam memperkuat toleransi dan persatuan di tengah keberagaman.

Tahun 2026 disebut sebagai tahun umat beragama karena sejumlah hari besar seperti Imlek, Nyepi, dan Idul Fitri berlangsung berdekatan.

Perbedaan keyakinan tidak menghalangi persatuan karena seluruh masyarakat berada dalam satu bangsa Indonesia.

Toleransi menjadi sikap utama dalam menghargai perbedaan di tengah keberagaman.

Hari raya di Indonesia tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga sarana memperkuat sikap saling menerima.

Contoh toleransi terlihat di Bali saat pawai ogoh-ogoh dihentikan sementara ketika terdengar adzan.

Setelah adzan selesai, kegiatan kembali dilanjutkan sebagai bentuk saling menghormati antarumat beragama.

Di Kota Malang, umat Katolik membuka area gereja untuk pelaksanaan shalat Idul Fitri karena kapasitas masjid tidak mampu menampung seluruh jamaah.

Pengurus gereja tidak hanya menyediakan tempat, tetapi juga membantu menjaga kelancaran ibadah.

Setelah shalat, pengurus gereja menyambut dan menyalami jamaah serta mengucapkan selamat Idul Fitri.

Tradisi ini telah berlangsung lama dan telah terdokumentasi sejak tahun 1993.

Seorang romo gereja mengatakan, "Saya menemukan foto tahun 1993 itu sudah ada seperti ini, kami menyambut semuanya."

Indeks Kerukunan Umat Beragama pada 2025 mencapai 77,89 dan menjadi yang tertinggi sejak 2015.

Nilai tersebut mencerminkan kondisi kerukunan yang semakin baik di Indonesia.

Dimensi toleransi tercatat mencapai 88,82 poin, kesetaraan 79,35 poin, dan kebersamaan 65,49 poin.

Nilai toleransi menjadi bagian penting dalam menjaga persatuan bangsa.

Pancasila dengan sila pertama menjadi dasar kuat dalam kehidupan beragama di Indonesia.

Masyarakat diingatkan untuk tidak membenci atau memusuhi perbedaan agama.

Penghargaan terhadap perbedaan menjadi kunci dalam pembangunan dan kemajuan bangsa.

Kemerdekaan Indonesia diraih melalui perjuangan bersama tanpa memandang perbedaan.

Toleransi terus dijaga sebagai warisan yang memperkuat kehidupan berbangsa.

Nilai tersebut menjadi dasar untuk hidup damai dan harmonis di tengah keberagaman.

Penulis :
Gerry Eka