Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Penyintas Banjir Aceh Tamiang Bangkit Lewat Dapur Umum Baznas

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Penyintas Banjir Aceh Tamiang Bangkit Lewat Dapur Umum Baznas
Foto: (Sumber: Muhammad Rojali (44), salah seorang penyintas bencana di Aceh Tamiang tengah menyiapkan makanan untuk para pengungsi di dapur umum Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI. ANTARA/HO-Baznas RI.)

Pantau - Muhammad Rojali, penyintas banjir bandang di Aceh Tamiang, bangkit dari keterpurukan dengan menjadi relawan di dapur umum Baznas setelah rumahnya hanyut akibat bencana pada November 2025.

Sejak Januari, Rojali bergabung sebagai relawan memasak untuk membantu sesama penyintas di pengungsian.

Ia mengatakan, "Awalnya saya hanya menerima bantuan makanan, tapi saya tergerak hati untuk ikut membantu memasak. Saya merasa tidak enak kalau hanya menerima saja, saya ingin ikut berbuat sesuatu."

Dapur umum Baznas setiap hari mengolah sekitar 50 kilogram beras.

Dari jumlah tersebut, dapur mampu menyediakan hingga 700 porsi makanan bagi para pengungsi.

Operasional dapur dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat secara bergantian.

Warga terlibat dalam berbagai kegiatan mulai dari memasak sayur, ikan, hingga menyiapkan takjil selama Ramadan.

Rojali menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Ia mengungkapkan, "Kami sangat berterima kasih kepada Baznas yang telah membantu kami setiap hari melalui dapur umum ini. Bantuan ini sangat memberikan semangat bagi kami para relawan dan penyintas. Semoga Baznas terus maju dan para donatur diberikan keberkahan serta kesehatan karena telah peduli pada nasib kami di pengungsian."

Sekretaris Utama Baznas RI Subhan Cholid menegaskan bahwa pelibatan masyarakat bertujuan untuk memberdayakan warga terdampak bencana.

Ia menjelaskan, "Filosofi zakat adalah memberdayakan. Lewat dapur umum ini, Baznas tidak hanya menyalurkan makanan, tetapi juga menciptakan ekosistem gotong royong. Kita ingin mustahik terlibat aktif sehingga muncul rasa percaya diri dan kemandirian kolektif di masa pemulihan ini."

Ia juga menambahkan, "Kisah Pak Rojali membuktikan zakat mampu menggerakkan orang untuk membantu sesama. Kekuatan solidaritas dan gotong royong inilah yang akan menguatkan Indonesia kembali pascabencana."

Baznas berkomitmen untuk terus mendampingi penyintas hingga tahap rehabilitasi.

Kisah Rojali menjadi contoh bagaimana solidaritas dan gotong royong membantu proses pemulihan pascabencana.

Penulis :
Gerry Eka
Editor :
Tria Dianti