
Pantau - Banjir yang merendam 10 RW di Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, disebabkan oleh air kiriman dari wilayah hulu di Cimanggis, Depok, yang meningkatkan debit aliran kali hingga meluap ke permukiman warga.
Camat Ciracas Panangaran Ritonga menjelaskan hujan di wilayahnya terjadi sejak Sabtu (21/3) sore, namun kenaikan air terjadi saat hujan telah reda.
Ia menyampaikan, “Hujan di sini mulai Sabtu (21/3) sekitar pukul 16.30 WIB sampai menjelang malam. Tapi air mulai naik itu sekitar pukul 19.00 WIB, saat hujan sudah berhenti. Ini menandakan kiriman dari hulu sangat besar.”
Banjir terjadi akibat tingginya curah hujan di wilayah Cimanggis yang meningkatkan debit air dan mengalir melalui Kali Baru serta Kali Cipinang menuju Ciracas.
Luapan air menyebabkan genangan dengan ketinggian mencapai 50 sentimeter hingga 1 meter.
Puncak banjir terjadi pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.
Panangaran menegaskan kerusakan turap di kawasan Cibubur bukan menjadi penyebab utama banjir.
Ia menyampaikan, “Bahkan tanpa kerusakan turap, air tetap melimpas karena volume yang sangat besar. Jadi, ini murni karena debit air dari hulu yang sangat tinggi.”
Pada pagi hari, kondisi banjir mulai surut dengan ketinggian air tersisa sekitar 15 hingga 20 sentimeter.
Pemerintah setempat berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk penanganan warga terdampak.
Sejumlah warga mengungsi ke tempat aman seperti kantor kelurahan dan rumah kerabat.
Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap hujan deras di wilayah hulu yang dapat memicu banjir kiriman.
Panangaran menyampaikan, “Kalau di hulu hujan deras, dampaknya pasti ke sini. Jadi warga perlu waspada meskipun di sini hujannya sudah reda.”
Petugas Gulkarmat Jakarta Timur melakukan evakuasi warga terdampak dengan fokus pada kelompok rentan.
Kepala Sudin Gulkarmat Muchtar Zakaria menyampaikan, “Fokus utama kami adalah menyelamatkan warga yang paling berisiko, seperti balita, lansia, ibu hamil, dan warga yang sakit.”
Di salah satu titik, ketinggian air mencapai 1,7 meter sehingga membahayakan warga.
Sebanyak 47 jiwa berhasil dievakuasi termasuk balita, lansia, ibu hamil, dan warga sakit.
Selain itu, enam warga lainnya juga dievakuasi dari lokasi dengan ketinggian air lebih dari satu meter.
- Penulis :
- Gerry Eka







