HOME  ⁄  Geopolitik

Evakuasi Besar-besaran MV Hondius di Kepulauan Canary Dipicu Wabah Hantavirus yang Tewaskan Tiga Penumpang

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Evakuasi Besar-besaran MV Hondius di Kepulauan Canary Dipicu Wabah Hantavirus yang Tewaskan Tiga Penumpang
Foto: Kapal pesiar MV Hondius, yang terkait dengan wabah hantavirus, perlahan memasuki perairan di lepas Pelabuhan Granadilla di Pulau Tenerife, Kepulauan Canary, Spanyol. (sumber: ANTARA/Xinhua)

Pantau - Otoritas Spanyol mengevakuasi penumpang kapal pesiar MV Hondius di Kepulauan Canary setelah wabah hantavirus di atas kapal tersebut menyebabkan delapan kasus infeksi dan tiga kematian.

Kapal MV Hondius memasuki perairan di lepas Pelabuhan Granadilla, Pulau Tenerife, Kepulauan Canary, pada Minggu, 10 Mei 2026 sekitar pukul 05.30 waktu setempat.

Kapal yang dioperasikan perusahaan Belanda Oceanwide Expeditions itu tidak langsung bersandar di dermaga dan memilih menurunkan jangkar sekitar 500 meter dari pantai.

Otoritas Spanyol kemudian menetapkan area pelabuhan sebagai zona operasi terkendali untuk mendukung proses evakuasi dan penanganan kesehatan.

Polisi, ambulans, dan petugas pelabuhan disiagakan di sekitar area pelabuhan selama operasi berlangsung.

WHO dan Uni Eropa Koordinasikan Penanganan

Sebelumnya MV Hondius sempat berada di dekat Tanjung Verde, lokasi tiga penumpang yang menunjukkan gejala dievakuasi untuk menjalani perawatan.

Namun, Tanjung Verde dinilai tidak memiliki kapasitas memadai untuk menangani respons skala penuh terhadap wabah tersebut.

Situasi itu memicu koordinasi internasional yang melibatkan Organisasi Kesehatan Dunia, Uni Eropa, dan otoritas Spanyol.

Kapal kemudian dialihkan menuju Kepulauan Canary karena dianggap memiliki fasilitas medis dan logistik evakuasi yang lebih memadai.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus tiba di Tenerife pada Jumat, 8 Mei 2026 untuk mengoordinasikan operasi evakuasi dan penanganan kesehatan masyarakat terkait wabah tersebut.

Tedros meminta masyarakat tetap tenang dan menegaskan insiden itu “bukan pandemi COVID yang baru.”

Seorang warga setempat mengatakan, “Ini terlalu rumit bagi orang biasa seperti kami. Saya hanya bisa berharap ini bukanlah sesuatu yang serius.”

Penumpang Dipindahkan Bertahap dengan Pengamanan Ketat

Berdasarkan rencana otoritas kesehatan Spanyol, lebih dari 100 orang di atas kapal dijadwalkan menjalani pemeriksaan medis, isolasi, dan pemindahan bertahap.

Proses tersebut dikoordinasikan oleh WHO dan European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC).

Sistem transportasi dan fasilitas karantina khusus disiapkan untuk mencegah kontak antara penumpang kapal dan warga setempat.

Operasi evakuasi dimulai pada Minggu pagi waktu setempat dengan para penumpang yang mengenakan pakaian pelindung dipindahkan ke darat menggunakan perahu kecil secara berkelompok.

Setiap penumpang hanya diperbolehkan membawa satu tas kecil, sementara barang lainnya tetap berada di atas kapal.

Warga negara Spanyol menjadi kelompok pertama yang dievakuasi dari kapal.

Mereka kemudian dibawa menggunakan bus menuju bandara untuk diterbangkan ke Madrid guna menjalani observasi karantina di fasilitas rumah sakit.

Menteri Kesehatan Spanyol Monica Garcia mengatakan tidak ada penumpang di kapal yang saat ini menunjukkan gejala penyakit.

Monica Garcia menegaskan pihak berwenang telah menerapkan “semua langkah keselamatan yang diperlukan.”

Hingga Minggu malam waktu setempat, proses repatriasi telah memindahkan 94 penumpang dari 19 kewarganegaraan berbeda.

Kementerian Kesehatan Spanyol menyatakan penerbangan evakuasi terakhir diperkirakan diberangkatkan pada Senin sore, 11 Mei 2026.

Penulis :
Arian Mesa