HOME  ⁄  Nasional

Kemenkes Minta Masyarakat Waspada Hantavirus dan Jaga Kebersihan Lingkungan

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Kemenkes Minta Masyarakat Waspada Hantavirus dan Jaga Kebersihan Lingkungan
Foto: Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni (sumber: ANTARA/Andi Firdaus)

Pantau - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta masyarakat menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan untuk mencegah penularan hantavirus yang bersumber dari tikus, terutama di wilayah yang rawan banjir.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni mengatakan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap keberadaan tikus yang berpotensi menjadi sumber penularan virus.

“Di samping kebersihan lingkungan, kita harus betul-betul aware (sadar) terkait dengan sumber penularan hantavirus yang infeksinya dari tikus. Artinya, tikus itu jangan sampai berkeliaran dan lain sebagainya, itu kan sangat berkaitan dengan kebersihan lingkungan,” ungkap Andi.

Daerah Banjir Dinilai Berisiko Tinggi

Kemenkes mengingatkan masyarakat tetap waspada terhadap potensi penularan virus di daerah yang sering mengalami banjir karena kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit dari tikus.

Andi mengatakan risiko penularan hantavirus lebih tinggi di wilayah dengan intensitas banjir yang cukup sering terjadi.

“Risiko itu ada pada daerah-daerah dengan intensitas banjir yang cukup tinggi. Jadi, itu juga mempengaruhi keberadaan atau terjadinya beberapa kasus yang selama ini tersebar di 23 daerah-daerah tertentu. Jadi, kesehatan lingkungan itu sangat terkait dengan adanya sekresi (penularan virus) dari tikus,” kata Andi.

Kemenkes juga mengimbau masyarakat tidak bermain di area banjir karena dapat menjadi media penularan berbagai penyakit menular.

Menurut Kemenkes, penyakit yang berisiko muncul saat banjir antara lain hantavirus dan leptospirosis.

“Jadi, ketika terjadi banjir itu jangan malah main-main banjir begitu, seperti kolam renang raksasa katanya, karena sebenarnya itu berisiko untuk terjadinya beberapa penyakit menular, salah satunya adalah hantavirus tersebut,” ujar Andi.

Kasus MV Hondius Jadi Perhatian

Perhatian terhadap hantavirus mencuat setelah muncul klaster penyakit pernapasan akut di kapal pesiar MV Hondius yang berlayar lintas Atlantik dan Afrika.

Virus yang teridentifikasi dalam kasus tersebut adalah Hanta Pulmonary Syndrome (HPS) dari strain Andes yang dikenal memiliki tingkat kematian tinggi serta dapat menular melalui paparan rodensia atau hewan pengerat.

Andi menjelaskan strain virus yang ditemukan pada kapal pesiar tersebut berbeda dengan yang pernah ditemukan di Indonesia.

Indonesia sejauh ini belum pernah melaporkan kasus Hanta Pulmonary Syndrome (HPS).

Indonesia hanya mencatat kasus infeksi Haemorhaggic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dalam jumlah terbatas sejak tahun 1991.

Kemenkes juga menyatakan hingga saat ini belum ada laporan kasus penularan hantavirus dari tikus ke manusia di Indonesia.

Penulis :
Leon Weldrick