HOME  ⁄  Nasional

Mahasiswa Ubaya Ciptakan Mangonut Bar dari Daun Mangga dan Kulit Kacang Tanah untuk Camilan Sehat

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Mahasiswa Ubaya Ciptakan Mangonut Bar dari Daun Mangga dan Kulit Kacang Tanah untuk Camilan Sehat
Foto: Foto: Camilan sehat berbahan daun mangga dan kulit kacang tanah bernama Mangonut Bar yang diciptakan mahasiswa Ubaya. (Sumber: ANTARA/Willi Irawan)

Pantau - Lima mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya) menciptakan inovasi camilan sehat bernama Mangonut Bar yang memanfaatkan daun mangga dan kulit kacang tanah sebagai bahan utama untuk pangan fungsional.

Ketua tim pengembang Mangonut Bar, Josephine Aprilia, mengatakan ide pembuatan produk tersebut berawal dari kepedulian terhadap tingginya jumlah penderita diabetes mellitus tipe satu dan dua di Indonesia.

Berdasarkan hasil riset tim, daun mangga diketahui memiliki kandungan senyawa antidiabetes berupa mangiferin yang dinilai dapat membantu mencegah lonjakan kadar gula darah.

Inovasi Pangan dari Limbah Pertanian

Josephine menjelaskan ekstrak daun mangga mampu membantu menurunkan proses penyerapan glukosa dalam tubuh sehingga berpotensi dikembangkan sebagai bahan pangan pendukung kesehatan.

Tim pengembang Mangonut Bar terdiri atas Josephine Aprilia, Felicia Tiffany T, Jovianne Vevina, Sabina Ananda V, dan Edwin Tirtana.

Kelima mahasiswa tersebut berasal dari Fakultas Teknobiologi serta Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Surabaya.

Selain memanfaatkan kandungan mangiferin pada daun mangga, tim juga menggunakan kulit kacang tanah yang selama ini belum banyak dimanfaatkan.

Kulit kacang tanah diketahui mengandung antioksidan yang dapat membantu melindungi tubuh dari paparan radikal bebas.

Proses pengembangan Mangonut Bar hingga menjadi camilan siap konsumsi membutuhkan waktu sekitar tiga bulan.

Selama proses pengembangan, tim menghadapi tantangan berupa penyelarasan jadwal antaranggota dari fakultas berbeda, percobaan mendapatkan tekstur yang sesuai, serta penyesuaian rasa dan aroma agar dapat diterima konsumen.

Proses Produksi dan Potensi Pengembangan

Josephine menjelaskan pembuatan Mangonut Bar dilakukan dengan bimbingan Dr Gabriel Tirtawijaya melalui sejumlah tahapan produksi.

Tahapan tersebut meliputi pengeringan daun mangga, pengeringan kulit kacang tanah, pengolahan bahan menjadi serbuk, pencampuran bahan, hingga pemanggangan menjadi snack bar.

Daun mangga dikeringkan menggunakan oven dengan suhu 55 derajat Celsius selama 1,5 jam, sedangkan kulit kacang tanah dikeringkan pada suhu 60 derajat Celsius selama dua jam.

Proses pengeringan dilakukan untuk mengurangi kadar air tanpa merusak kandungan nutrisi dalam bahan.

Setelah dikeringkan, daun mangga dan kulit kacang tanah dihaluskan menjadi serbuk kemudian dicampurkan dengan mentega, pemanis erythritol, madu murni, telur, tepung maizena, kacang tanah panggang, dan rice crispy.

Adonan Mangonut Bar kemudian dipanggang selama 15 menit dengan suhu 120 derajat Celsius hingga siap dipotong menjadi camilan.

Josephine mengatakan, "Mangonut Bar memiliki peluang untuk diproduksi dalam skala industri karena bahan bakunya mudah ditemukan, proses pembuatannya sederhana, dan modal produksi relatif tidak terlalu tinggi."

Ia berharap inovasi tersebut dapat mendorong lahirnya produk pangan yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat sekaligus meningkatkan pemanfaatan limbah pertanian yang belum optimal.

Sebelumnya, Mangonut Bar berhasil meraih sejumlah penghargaan dalam ajang Mandalika Essay Competition 8, yaitu medali emas kategori Pangan, penghargaan Favorite Poster kategori Pangan, serta juara harapan III seluruh kategori.

Penulis :
Shila Glorya