HOME  ⁄  Nasional

BBKK Soekarno-Hatta Perketat Pengawasan Penumpang Internasional untuk Antisipasi Hantavirus

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

BBKK Soekarno-Hatta Perketat Pengawasan Penumpang Internasional untuk Antisipasi Hantavirus
Foto: Kepala BBKK Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Naning Nugrahini memberikan keterangan resmi terkait penanganan dan antisipasi penemuan Hantavirua di lingkup Bandara Soetta, Tangerang, Banten (sumber: ANTARA/Azmi Samsul M)

Pantau - Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Bandara Internasional Soekarno-Hatta kembali menerapkan standar kesehatan ketat bagi pelaku perjalanan luar negeri untuk mengantisipasi kemunculan kasus penularan Hantavirus setelah Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) menemukan kasus penularan terhadap tiga penumpang kapal pesiar yang meninggal dunia akibat virus tersebut.

Kepala BBKK Bandara Soekarno-Hatta Naning Nugrahini mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai langkah kesiapsiagaan di Bandara Soekarno-Hatta.

"Kami di Soekarno-Hatta sudah melakukan kesiapsiagaan. Yang pertama adalah melalui isian deklarasi kesehatan di aplikasi SatuSehat. Dari situ kita nanti akan tahu risiko daripada pesawat itu, ada orang berisiko atau tidak. Yang kedua, begitu turun, itu ada pengamatan tanda dan gejala melalui thermal scanner dan observasi visual," ungkap Naning Nugrahini.

Pemeriksaan Ketat Penumpang Internasional

Pemeriksaan kesehatan terhadap penumpang dilakukan melalui deklarasi kesehatan di aplikasi SatuSehat, pengamatan menggunakan thermal scanner, serta observasi visual terhadap kondisi penumpang.

Jika ditemukan penumpang dengan tanda dan gejala yang mengarah pada infeksi virus, maka petugas akan melakukan pemeriksaan lanjutan oleh dokter.

"Kalau dari pemeriksaan memang yang bersangkutan itu probable, maka kami rujuk ke rumah sakit pusat infeksi untuk melakukan penanganan lebih lanjut. Di situ nanti akan bisa diisolasi atau dilakukan pemeriksaan laboratorium," ujar Naning Nugrahini.

Bandara Soekarno-Hatta juga menyiapkan jalur evakuasi khusus untuk penanganan penyakit menular guna mempercepat proses penanganan pasien.

Selain itu, BBKK menyediakan ambulans khusus penyakit menular untuk merujuk pasien yang diduga terinfeksi virus.

"Kemudian kami juga punya namanya ambulans khusus penyakit menular. Karena orang yang kita bawa ini, yang mau kita rujuk ini adalah orang dengan penyakit menular," kata Naning Nugrahini.

Pengawasan Diperketat dari Empat Negara

Ambulans khusus tersebut dilengkapi sistem dekontaminasi untuk mencegah penularan virus, bakteri, maupun kuman kepada orang lain selama proses evakuasi pasien.

"Di ambulans penyakit menular ada sistem dekontaminasi sehingga virus, bakteri, atau kuman, yang berasal dari orang yang masuk di dalam ambulans yang kita curigai tadi, itu nanti bisa didekontaminasi sehingga tidak terjadi penularan ke orang lain," jelas Naning Nugrahini.

Saat ini BBKK Bandara Soekarno-Hatta melakukan pengawasan ketat terhadap penerbangan langsung dari sejumlah negara yang telah teridentifikasi memiliki kasus Hantavirus, yakni Amerika Serikat, Argentina, Uruguay, dan Panama.

"Jadi kami melakukan pengetatan pengawasan terhadap negara-negara yang sudah menemukan atau teridentifikasi ada virus Hanta, seperti Amerika Serikat, Argentina, Uruguay, dan satu lagi Panama. Jadi itu ada empat negara yang kami melakukan pengetatan ekstra kalau ada flight yang direct ke Soekarno-Hatta. Tapi tidak menutup kemungkinan nanti kalau ada yang baru, tentunya kami akan menambahkan ataupun mengoreksi gitu," ungkap Naning Nugrahini.

BBKK juga membuka kemungkinan memperluas pengawasan apabila ditemukan negara lain yang terpapar virus Hanta.

Naning Nugrahini mengimbau masyarakat dan pelaku perjalanan udara tetap waspada serta menjaga protokol kesehatan mengingat Hantavirus dapat menular melalui urin tikus, air liur tikus, maupun kontaminasi dari tikus.

Penulis :
Leon Weldrick