
Pantau - Kualitas udara Jakarta pada Selasa pagi masuk kategori tidak sehat dan menempati peringkat keempat sebagai kota dengan udara terburuk di dunia berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir.
Data IQAir pada pukul 05.30 WIB menunjukkan indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) Jakarta berada di angka 134 dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 49 mikrogram per meter kubik.
Kondisi tersebut dinilai tidak sehat bagi kelompok sensitif karena dapat berdampak pada kesehatan manusia dan hewan serta memengaruhi tumbuhan dan lingkungan.
Jakarta Masuk Daftar Kota Berpolusi Tinggi
IQAir merekomendasikan warga menghindari aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara memburuk.
Masyarakat juga diminta menggunakan masker saat berada di luar rumah dan menutup jendela untuk mengurangi paparan udara kotor dari luar.
Kota dengan kualitas udara terburuk pertama ditempati Dhaka, Bangladesh dengan AQI 191.
Posisi kedua ditempati Kinshasa, Republik Demokratik Kongo dengan AQI 167.
Delhi, India berada di posisi ketiga dengan AQI 162.
Sementara Wuhan, China menempati posisi kelima dengan AQI 132.
Pemprov DKI Siapkan Langkah Cepat Atasi Polusi
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan langkah cepat untuk mengatasi pencemaran udara selama musim kemarau yang diprediksi berlangsung mulai Mei hingga Agustus 2026.
Langkah tersebut meliputi peningkatan kualitas sistem pemantau udara dan pelaksanaan uji emisi kendaraan bermotor.
Pemprov DKI Jakarta juga mengevaluasi Strategi Pengendalian Pencemaran Udara atau SPPU dari berbagai aspek mulai tren PM2.5, beban emisi tiap sektor hingga dampak terhadap kesehatan masyarakat.
Menurut Pemprov DKI Jakarta, pengendalian pencemaran udara tidak bisa dilakukan secara parsial oleh satu wilayah saja.
Pemprov DKI menyatakan diperlukan aksi terintegrasi antarorganisasi perangkat daerah dan kolaborasi lintas wilayah penyangga Jakarta untuk menekan tingkat polusi udara.
- Penulis :
- Aditya Yohan





