
Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta mencatat sebanyak 46 RT di Jakarta Timur masih terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 30 hingga 80 sentimeter hingga Minggu pagi.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menyampaikan, "Penyebab banjir akibat curah hujan tinggi, dan meluapnya Kali Cipinang, Kali Cilangkap, dan Kali Sunter."
Hujan deras yang terjadi pada Sabtu menyebabkan kenaikan tinggi muka air di sejumlah pos pemantauan.
Status siaga tercatat di Pos Pesanggrahan, Cipinang Hulu, Sunter Hulu, dan Krukut Hulu.
Kondisi tersebut memicu genangan di sejumlah wilayah Jakarta Timur.
BPBD mengerahkan personel untuk memantau kondisi banjir di setiap lokasi.
Koordinasi dilakukan dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat.
Upaya penanganan meliputi penyedotan genangan serta memastikan saluran air berfungsi dengan baik.
BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi genangan lanjutan.
Isnawa mengatakan, "Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop."
Wilayah terdampak meliputi Kelurahan Cilangkap sebanyak 5 RT.
Kelurahan Munjul sebanyak 2 RT.
Kelurahan Cibubur sebanyak 6 RT.
Kelurahan Ciracas menjadi wilayah paling terdampak dengan 16 RT.
Kelurahan Cipinang Muara sebanyak 2 RT.
Kelurahan Dukuh sebanyak 5 RT.
Kelurahan Cipinang Melayu sebanyak 6 RT.
Kelurahan Baru sebanyak 1 RT.
Kelurahan Pekayon sebanyak 2 RT.
- Penulis :
- Gerry Eka







