
Pantau - Wakil Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayanti menyatakan tidak setuju dengan rencana pemerintah yang akan kembali menerapkan kegiatan belajar mengajar secara daring mulai April 2026 sebagai bagian dari strategi efisiensi energi.
Penilaian dan Pengalaman Saat Pandemi
Ia menilai kebijakan tersebut perlu dikaji secara mendalam dengan mempertimbangkan berbagai dampak yang pernah terjadi saat pembelajaran jarak jauh diterapkan pada masa pandemi COVID-19.
"Pembelajaran secara daring pernah kita laksanakan ketika terjadi wabah COVID-19. Dan kita semua tahu sistem tersebut meninggalkan problem yang tidak sederhana bagi dunia pendidikan kita," ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa pembelajaran daring menyebabkan siswa kesulitan dalam menyerap materi pelajaran serta berdampak pada menurunnya kedisiplinan.
Selain itu, proses pembentukan karakter siswa juga dinilai terhambat akibat keterbatasan interaksi langsung dalam sistem pembelajaran daring.
"Hal-hal tersebut adalah problem yang tidak sederhana," ujarnya.
Kendala teknologi yang dialami siswa dan tenaga pengajar turut memperburuk efektivitas pembelajaran selama sistem daring berlangsung.
Dampak Learning Loss dan Desakan Solusi Alternatif
Ia menyoroti salah satu dampak utama pembelajaran jarak jauh yakni terjadinya learning loss yang membuat siswa cenderung malas belajar dan melupakan rutinitas sekolah.
Penurunan kemampuan kognitif pelajar juga terlihat dari hasil pemantauan tumbuh kembang anak di Indonesia selama periode pembelajaran daring.
Selain aspek akademis, ia menambahkan bahwa kondisi psikologis dan kesehatan fisik siswa ikut terdampak akibat pembelajaran jarak jauh.
"Sistem daring sulit menerapkan pelajaran pada aspek afektif seperti kepribadian, sikap, dan karakter," jelasnya.
Ia mendorong pemerintah untuk mencari solusi alternatif dalam menghadapi tekanan global tanpa mengorbankan sektor pendidikan.
"Pasti masih ada langkah alternatif terbaik untuk mengatasi persoalan perekonomian imbas kemungkinan naiknya harga minyak karena kondisi global dunia," tegasnya.
- Penulis :
- Arian Mesa







