
Pantau - Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) menyatakan konflik di Timur Tengah menyebabkan lonjakan biaya dan keterlambatan dalam pengiriman bantuan kemanusiaan secara global.
Biaya Transportasi Melonjak Tajam
IFRC mengungkapkan biaya angkutan laut meningkat sekitar 70 persen dengan lonjakan hingga 300 persen pada rute tertentu akibat gangguan jalur pelayaran.
Selain itu, biaya transportasi darat lintas negara naik 20 hingga 30 persen karena keterlambatan, kekurangan pengemudi, serta terbatasnya kapasitas distribusi.
Biaya angkutan udara juga mengalami kenaikan signifikan sekitar 50 hingga 70 persen akibat keterbatasan kapasitas dan fluktuasi biaya bahan bakar.
Rantai Pasok Terganggu dan Dampak ke Kelompok Rentan
Meski pusat logistik global di Dubai masih beroperasi, IFRC menyebut pihaknya kini lebih bergantung pada jalur darat yang lebih lama dan mahal untuk mengirimkan bantuan.
Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung pada efektivitas distribusi bantuan ke wilayah terdampak krisis.
IFRC juga memperingatkan bahwa keterbatasan anggaran kemanusiaan memperburuk situasi di tengah meningkatnya kebutuhan bantuan.
Organisasi tersebut menekankan bahwa dampak terbesar akan dirasakan oleh kelompok masyarakat paling rentan di berbagai negara.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Tria Dianti







