Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Anwar Ibrahim dan Prabowo Bahas Konflik Iran-Israel, Sepakati Dorong Diplomasi Perdamaian

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Anwar Ibrahim dan Prabowo Bahas Konflik Iran-Israel, Sepakati Dorong Diplomasi Perdamaian
Foto: (Sumber : Arsip foto - Presiden RI Prabowo Subianto berbincang dengan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim (kiri) di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (26/10/2025). ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden/aa.)

Pantau - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dan Presiden RI Prabowo Subianto membahas eskalasi konflik Iran-Israel melalui percakapan telepon serta sepakat mendorong penyelesaian melalui jalur diplomasi.

Pembicaraan tersebut berlangsung pada Senin (23/3) dan dikonfirmasi Anwar dalam keterangan pers di Kuala Lumpur, Selasa (24/3).

"Dalam panggilan telepon dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto kemarin (Senin), kami bertukar pandangan mengenai berbagai isu terkini, termasuk konflik Iran-Israel," ujarnya.

Kedua pemimpin juga sepakat untuk mengadakan pertemuan dalam waktu dekat, termasuk rencana kunjungan Anwar ke Jakarta.

Dorong Solusi Damai dan Perlindungan Sipil

Anwar menyatakan pembahasan tidak hanya mencakup isu bilateral, tetapi juga situasi regional dan internasional.

"Menyentuh isu regional dan internasional, kami juga bertukar pandangan mengenai konflik Iran-Israel serta pentingnya pendekatan diplomasi yang berkelanjutan," ungkapnya.

Keduanya menyerukan upaya perdamaian guna menurunkan ketegangan dan melindungi warga sipil di kawasan konflik.

"Agar ketegangan dapat dikurangi, nyawa warga sipil terlindungi, serta ruang perundingan yang bermakna dapat dibuka menuju penyelesaian yang damai dan berkelanjutan," kata Anwar.

Komunikasi Perkuat Hubungan Bilateral

Komunikasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan Indonesia dan Malaysia dalam momentum Idul Fitri 1447 Hijriah.

Presiden Prabowo diketahui menghubungi sejumlah pemimpin negara sahabat dalam rangka menjaga hubungan diplomatik.

Langkah ini diharapkan memperkuat kerja sama bilateral sekaligus koordinasi menghadapi isu global.

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Aditya Yohan