
Pantau - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan dukungannya terhadap langkah Selandia Baru dalam memperkuat ketahanan energi di tengah konflik global yang berdampak pada sektor energi saat pembicaraan telepon dengan Perdana Menteri Selandia Baru Christopher Luxon pada Selasa (24/3) di Kuala Lumpur.
Pembicaraan Energi dan Dampak Konflik Global
Anwar menyampaikan apresiasinya terhadap kebijakan proaktif Selandia Baru dalam menjaga keamanan energi sekaligus mempercepat transisi ke energi terbarukan.
"Saya menyambut baik langkah proaktif pemerintah Selandia Baru dalam memperkuat keamanan energi serta mempercepat transisi menuju energi terbarukan," ungkapnya.
Keduanya juga bertukar pandangan terkait perkembangan situasi di Asia Barat dan dampaknya terhadap stabilitas keamanan serta ekonomi global.
Anwar menegaskan posisi Malaysia yang mengecam serangan militer terhadap Iran serta menolak tindakan sepihak yang bertentangan dengan hukum internasional.
"Malaysia tetap menyerukan gencatan senjata segera, perlindungan warga sipil, serta kembalinya semua pihak ke meja perundingan melalui jalur diplomasi," ujarnya.
Komitmen Perkuat Kerja Sama Bilateral
Dalam pembicaraan tersebut, kedua pemimpin turut membahas dampak konflik terhadap sektor energi Selandia Baru, termasuk kenaikan harga bahan bakar dan tekanan ekonomi domestik.
Selain itu, Malaysia dan Selandia Baru menegaskan komitmen untuk memperkuat hubungan bilateral dalam kerangka kemitraan strategis.
Kerja sama tersebut mencakup sektor perdagangan, investasi, dan energi guna menghadapi tantangan global secara bersama.
"Kami akan terus berkomunikasi secara erat dalam menghadapi tantangan saat ini demi kepentingan bersama," kata Anwar.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







