Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Diprediksi Menguat Usai Lebaran, Sentimen Global Reda Setelah Trump Tunda Serangan ke Iran

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

IHSG Diprediksi Menguat Usai Lebaran, Sentimen Global Reda Setelah Trump Tunda Serangan ke Iran
Foto: (Sumber : Ilustrasi - Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/YU.)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan menguat pada perdagangan Rabu (25/3) setelah libur panjang Lebaran 2026 seiring meredanya tensi geopolitik usai Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunda serangan ke Iran.

Ekonom sekaligus praktisi pasar modal Hans Kwee menyebut penundaan serangan tersebut menjadi sentimen positif bagi pasar keuangan global.

"Pembukaan IHSG di hari Rabu dibayangi potensi tekanan jual, tetapi pulihnya pasar keuangan pasca penundaan serangan Trump ke infrastruktur listrik dan energi Iran, membuka peluang IHSG bergerak terbatas dengan support di level 7.100 sampai 7.000 dan resistance di level 7.250 sampai 7.349," ujarnya.

Sentimen Global Dorong Penguatan Pasar

Hans menjelaskan selama libur Lebaran, pasar keuangan global mengalami volatilitas tinggi akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Ketegangan meningkat setelah adanya ancaman serangan terhadap fasilitas energi Iran serta potensi penutupan Selat Hormuz.

Namun, keputusan Trump menunda serangan selama lima hari meredakan kekhawatiran pasar.

Bursa Global Menguat, IHSG Ikut Terdorong

Penundaan tersebut turut mendorong penguatan bursa saham di Wall Street dan Eropa pada perdagangan Senin (23/3).

Kondisi ini dinilai membuka peluang penguatan IHSG meski tetap dibayangi tekanan jangka pendek.

Pelaku pasar diharapkan tetap mencermati perkembangan geopolitik global yang dapat memengaruhi pergerakan indeks.

Penulis :
Aditya Yohan