Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Jerman Kecam Langkah Iran Tetapkan Militer Uni Eropa sebagai Teroris, Tegaskan Dukungan terhadap Label IRGC

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Jerman Kecam Langkah Iran Tetapkan Militer Uni Eropa sebagai Teroris, Tegaskan Dukungan terhadap Label IRGC
Foto: (Sumber: Arsip foto - Anggota Garda Revolusi Iran (IRGC) berbaris saat memperingati Perang Iran-Irak di Teheran, Iran, 22 September 2011. ANTARA/REUTERS/Stringer/as.)

Pantau - Pemerintah Jerman mengecam keputusan Iran yang menetapkan angkatan bersenjata negara-negara Uni Eropa sebagai organisasi teroris, menyebut langkah tersebut bermotif politik dan tidak berdasar.

Iran–Uni Eropa Saling Balas Label Terorisme

Kecaman disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, pada Minggu (1/2), setelah Iran menetapkan militer Eropa sebagai organisasi teroris sebagai bentuk balasan atas pelabelan Garda Revolusi Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps / IRGC) oleh Uni Eropa.

Wadephul menyatakan bahwa langkah Iran "tidak berdasar dan bersifat politis," serta menegaskan bahwa keputusan itu tidak akan mengubah posisi Jerman terhadap penetapan IRGC oleh Uni Eropa.

Pernyataan resmi dari Iran disampaikan Ketua Parlemen Iran, yang menyebut angkatan bersenjata negara-negara Eropa sebagai organisasi teroris menurut hukum nasional Iran.

Ia juga memperingatkan bahwa Uni Eropa akan menanggung konsekuensi dari keputusan tersebut.

Uni Eropa Kompak Dukung Label Teroris terhadap IRGC

Wadephul menegaskan bahwa keputusan Uni Eropa terhadap IRGC merupakan langkah yang dinilai tepat dan sudah lama tertunda.

Ia menuduh IRGC sebagai pelaku represi terhadap protes damai, eksekusi terhadap oposisi, serta ekspor terorisme ke kawasan lain.

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, juga menyatakan bahwa seluruh menteri luar negeri Uni Eropa telah sepakat memasukkan IRGC ke daftar organisasi teroris.

“Penindasan di Iran tidak bisa dibiarkan tanpa respons,” tegas Kallas.

Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, turut mendukung keputusan tersebut dan menyebutnya sebagai langkah yang “sudah lama tertunda.”

Penulis :
Gerry Eka