Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Rusia Nyatakan Siap Bantu Redakan Ketegangan di Iran, Tawarkan Solusi Ekspor Uranium

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Rusia Nyatakan Siap Bantu Redakan Ketegangan di Iran, Tawarkan Solusi Ekspor Uranium
Foto: Arsip foto - Bendera nasional Rusia terlihat di Kremlin, Moskow, Rusia, 6 Januari 2023 (sumber: Xinhua/Alexander Zemlianichenko Jr)

Pantau - Pemerintah Rusia menyatakan kesiapannya untuk membantu meredakan ketegangan yang tengah berlangsung di Iran melalui berbagai upaya diplomatik, termasuk menawarkan opsi ekspor uranium yang diperkaya secara berlebih dari Iran.

Pernyataan ini disampaikan oleh juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, pada hari Senin waktu setempat.

"Rusia terus melanjutkan upayanya, terus menjalin kontak dengan semua pihak yang berkepentingan dan, sebisa mungkin tetap siap berkontribusi meredakan ketegangan di Iran," ungkapnya.

Langkah Diplomatik Rusia

Peskov menyebut bahwa Rusia secara aktif menjalin komunikasi dengan berbagai pihak yang terlibat dalam isu Iran.

Sebagai bagian dari kontribusi konkret, Rusia juga menawarkan jasa ekspor uranium yang diperkaya secara berlebih dari Iran.

Menurut Peskov, langkah ini dapat menjadi solusi untuk mengurangi kekhawatiran sejumlah negara terkait program nuklir Iran.

"Langkah tersebut dapat menghilangkan hambatan bagi sejumlah negara," ia mengungkapkan.

Tanggapan Amerika Serikat

Ketegangan dengan Iran memuncak sejak awal tahun ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pengerahan "armada besar" menuju kawasan Iran.

Trump menyatakan keinginannya agar Teheran bersedia bernegosiasi dan menyepakati perjanjian baru yang "adil dan merata", mencakup penghentian total pengembangan senjata nuklir.

Namun, Trump juga mengeluarkan peringatan keras, bahwa jika tidak ada kesepakatan yang dicapai, serangan militer AS berikutnya terhadap Iran akan "jauh lebih buruk" dibandingkan sebelumnya.

Status dan Prospek Selanjutnya

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Iran terkait tawaran Rusia maupun ultimatum Amerika Serikat.

Rusia berharap upayanya dapat membuka ruang dialog dan menurunkan eskalasi konflik yang berpotensi membahayakan stabilitas kawasan.

Penulis :
Leon Weldrick