
Pantau - Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, pada Minggu (1/2), memperingatkan bahwa jika Amerika Serikat (AS) memulai perang melawan Iran, maka konflik tersebut akan berkembang menjadi perang regional.
Pernyataan tersebut disampaikan Khamenei dalam sebuah pertemuan di Teheran, Iran, di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington.
Menurut kantor berita semiresmi Iran, Fars, ketegangan tersebut dipicu oleh pengerahan kekuatan militer AS di kawasan Asia Barat.
Khamenei menegaskan bahwa Iran tidak akan menjadi pihak yang memulai perang dan tidak memiliki niat untuk menyerang negara mana pun.
Namun, ia menambahkan, "Rakyat Iran akan melancarkan pukulan keras terhadap siapa pun yang berupaya menyerang dan mengganggu mereka," ungkapnya.
Ia juga memperingatkan bahwa "Orang Amerika harus tahu bahwa jika perang dilancarkan, kali ini, perang tersebut akan menjadi perang regional," ia mengungkapkan.
Ketegangan Memuncak antara AS dan Iran
Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyampaikan bahwa sebuah "armada besar-besaran", yang dipimpin kapal induk Abraham Lincoln, sedang bergerak menuju wilayah dekat Iran.
Trump juga memperingatkan bahwa "waktu semakin menipis" bagi Teheran untuk mencapai kesepakatan dengan AS.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Luar Negeri Iran menyatakan, "Angkatan bersenjata kami yang pemberani telah siap ... untuk segera dan secara keras menanggapi segala agresi," ungkapnya.
Iran Siap Tanggapi Setiap Aksi Militer
Ali Shamkhani, penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran, pada Rabu (28/1), menyampaikan bahwa setiap aksi militer AS, "dari sumber mana pun dan pada tingkat apa pun, akan dianggap sebagai awal perang, dan tanggapan Iran akan bersifat segera, menyeluruh, dan belum pernah terjadi sebelumnya," ujarnya.
Shamkhani juga menegaskan bahwa respons Iran akan ditujukan pada "pihak agresor, jantung Tel Aviv, serta seluruh pendukung agresor tersebut," tambahnya.
- Penulis :
- Arian Mesa








