
Pantau - Pemerintah Rusia resmi menambah kuota beasiswa bagi pelajar Indonesia dari 250 menjadi 300 orang pada tahun 2026, seperti diumumkan oleh Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, dalam acara MGIMO Day di Rumah Rusia, Jakarta, pada Senin, 2 Februari 2026.
Penambahan Kuota Karena Pemanfaatan Optimal
"Tahun lalu Indonesia memperoleh kuota 250 beasiswa pemerintah Rusia. Karena pemanfaatannya optimal, kuota tersebut kami tingkatkan menjadi 300 tahun ini dan kami berharap dapat meningkat lagi," ungkap Tolchenov.
Beasiswa ini diberikan setiap tahun kepada pelajar Indonesia untuk menempuh pendidikan di berbagai jenjang di Rusia.
Untuk tahun 2026, total 300 beasiswa tersebut mencakup sekitar 200 beasiswa untuk jenjang sarjana, 80 untuk magister, dan 20 untuk doktoral.
Menurut Tolchenov, tingginya minat pendaftar menjadi salah satu alasan utama penambahan kuota.
Ia menyebut ribuan calon mahasiswa Indonesia telah mendaftarkan diri untuk program beasiswa tersebut.
"Kerja sama dalam bidang pendidikan adalah salah satu hal yang paling penting dalam hubungan kami dengan Indonesia," ia mengungkapkan.
MGIMO Day Dihadiri Ratusan Peserta
Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara MGIMO Day yang digelar di Rumah Rusia, Jakarta.
Acara ini dihadiri oleh ratusan pelajar, mahasiswa, dan akademisi dari Indonesia yang tertarik melanjutkan studi ke Rusia.
MGIMO University merupakan universitas ternama di Moskow yang berada di bawah naungan Kementerian Luar Negeri Rusia.
Menurut Tolchenov, kerja sama beasiswa antara Indonesia dan Rusia menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir, sehingga mendorong peningkatan komitmen dari pihak Rusia.
- Penulis :
- Arian Mesa








