Pantau Flash
43 Orang Tewas Setelah Si Jago Merah Lalap Gedung 6 Lantai
Zulkifli Hasan: Jualan Surga dan Negara Sudah Tidak Laku di Pilpres
Catat! Tol Layang Japek II Tidak Ada Rest Area dan Pom Bensin
Erick Thohir Tunjuk Eks Menkeu Chatib Basri Jadi Wakomut Bank Mandiri
SEA Games 2019: Kontingen Indonesia Lampaui Target Jokowi

Data Penghitungan Versi BPN: Prabowo-Sandi Unggul 54,24 Persen Suara

Headline
Data Penghitungan Versi BPN: Prabowo-Sandi Unggul 54,24 Persen Suara Penghitungan sementara versi BPN (Foto: Pantau.com/Bagaskara Isdiansyah)

Pantau.com - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi akhirnya memaparkan data hasil penghitungan suara yang dilakukan tim internalnya selama ini terkait perolehan suara Pilpres 2019.

Pemaparan dilakukan oleh tim pakar Prabowo-Sandi, Laode Kamaluddin dalam acara bertajuk 'Mengungkap Fakta-Fakta Kecurangan Pilpres 2019" yang digelar  di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (14/5/2019). 

Baca juga: Pengamat: 20 Tahun Demokrasi, Seharusnya Masyarakat Bisa Lebih Dewasa

Laode mengungkapkan, hingga Selasa pukul 00.00 WIB penghitungan formulir C1, perolehan suara pasangan Jokowi-Ma'ruf memperoleh 44,14 persen atau 39.599.832 suara. Sementara dalam hitungan pasangan Prabowo-Sandi memperoleh angka 54,24 persen atau 48.657.483 suara.

"Jadi yang selama ini yang menanyakan datanya, ini datanya, ini hasilnya pasangan Prabowo-Sandi unggul," kata Laode di lokasi saat memaparkan.

Laode menyebut bahwa hasil hitungan yang dilakukan pihaknya itu berdasarkan penghitungan di 444.976 TPS atau jika dipersentasikan sejumlah 54,91 persen.

Kemudian ia menegaskan, pihaknya membuka pintu bagi pihak-pihak yang ingin menantang atau menguji penghitungan suara yang dilakukan BPN seperti apa yang dipaparkan.

"Kalau ada yang mau menantang ini silakan, kita adu data saja. Inilah angka-angkanya yang kita miliki," ungkapnya.

Baca juga: Situng KPU Capai 42 Persen: 9 Parpol Ini Diperkirakan Masuk Senayan

Lebih lanjut, Laode dan pihaknya menjamin bahwa formulir C1 yang dimilikinya sebagai bahan penghitungan merupakan formulir C1 asli yang dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya sebelum dijadikan bahan penghitungan C1 tersebut telah lebih dulu dilakukan validasi dan verifikasi.

"Data ini bisa dipertanggungjawabkan. Pertanyaannya, mana datamu? Ini dataku," tandasnya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Adryan Novandia
Reporter
Bagaskara Isdiansyah
Category
Nasional

Berita Terkait: