
Pantau - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat melaporkan bahwa hampir seluruh wilayah di provinsi tersebut mengalami deflasi secara bulanan (month-to-month) pada awal tahun 2026, dengan pengecualian Kota Bekasi yang mencatat inflasi sebesar 0,07 persen.
Ketua Tim Statistik Distribusi BPS Jawa Barat, Ninik Anisah, menyampaikan bahwa Kota Bekasi menjadi satu-satunya daerah yang mengalami inflasi akibat kenaikan harga emas dan tarif rumah sakit swasta.
"Yang justru mengalami inflasi, adalah di Kota Bekasi. Kalau kita lihat selain akibat harga emas, tarif rumah sakit swasta di Kota Bekasi itu mengalami peningkatan. Tapi kalau komoditas-komoditas lainnya per kabupaten-kota tidak jauh berbeda," ungkapnya.
Daerah Deflasi dan Penyebabnya
Daerah-daerah lain di Jawa Barat mengalami deflasi dengan rincian sebagai berikut:
Kota Bogor sebesar 0,21 persen, Kota Sukabumi 0,03 persen, Kota Bandung 0,09 persen, Kota Cirebon 0,44 persen, Kota Depok 0,16 persen, Kota Tasikmalaya 0,05 persen, Kabupaten Bandung 0,15 persen, Kabupaten Subang 0,21 persen, dan Kabupaten Majalengka 0,11 persen.
Secara agregat, Provinsi Jawa Barat mencatat deflasi sebesar 0,09 persen (month-to-month).
Faktor utama pendorong deflasi di berbagai daerah tersebut adalah penurunan harga sejumlah bahan pokok yang tergolong dalam kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau.
Kelompok ini mengalami deflasi sebesar 0,91 persen dan memberikan andil deflasi sebesar 0,28 persen.
Kelompok pengeluaran transportasi juga tercatat mengalami deflasi sebesar 0,26 persen, meskipun justru menyumbang andil inflasi sebesar 0,03 persen.
Komoditas Penyumbang Deflasi dan Inflasi
Beberapa komoditas yang memberikan andil deflasi terbesar antara lain:
"Cabai merah" sebesar 0,10 persen, "cabai rawit", "daging ayam ras", dan "bawang merah" masing-masing sebesar 0,06 persen, serta "telur ayam ras" sebesar 0,04 persen.
Sementara itu, komoditas yang memberikan andil inflasi di antaranya adalah "emas perhiasan" sebesar 0,18 persen, serta "tomat", "ikan kembung", "bawang putih", dan "beras" masing-masing sebesar 0,01 persen.
Secara keseluruhan, inflasi yang terjadi di Kota Bekasi dipicu oleh dua faktor utama yaitu kenaikan tarif rumah sakit swasta dan lonjakan harga emas.
- Penulis :
- Arian Mesa






