
Pantau - Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi atau Kiky, mengimbau para investor di pasar saham Indonesia agar tidak panik menyikapi kondisi pasar yang tengah bergejolak.
Imbauan Ketenangan dari OJK di Tengah Gejolak Pasar
Dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 2 Februari 2026, Kiky meminta pelaku pasar untuk tetap tenang dan rasional dalam mengambil keputusan investasi.
"Jangan panik", ungkapnya.
Ia menambahkan, "Tetap tenang", serta mendorong investor untuk "tetap mengambil keputusan investasi secara rasional".
Menurutnya, investasi di pasar saham harus dilihat dari perspektif jangka panjang, dengan memperhatikan fundamental ekonomi dan prospek ke depan.
"Melihat investasi itu adalah bagaimana melihat fundamental dan juga prospek ke depan", ia mengungkapkan.
Kiky juga menegaskan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini berada dalam keadaan yang baik.
"Fundamental ekonomi kita sangat baik", katanya.
Ia melanjutkan, "Prospek ke depan juga sangat baik".
OJK Pastikan Stabilitas, Investor Asing Lakukan Net Buy
Dalam keterangannya, Kiky menyampaikan bahwa seluruh pihak yang terkait akan menjalankan tugasnya untuk menjaga stabilitas pasar.
"Jadi tolong jangan panik ya", imbaunya kembali.
Ia menambahkan, "Kita semua di sini OJK, SRO, we are doing our job".
"Kita memastikan semuanya dapat dilaksanakan dengan baik begitu ya", ujarnya.
Di tengah tekanan pasar, OJK melaporkan bahwa investor asing justru melakukan aksi beli bersih atau net buy sebesar Rp654,9 miliar pada perdagangan hari Senin.
"Ternyata setelah empat hari asing net sell, pada hari ini asing mencatatkan net buy sebesar Rp654,9 miliar", ujar Kiky.
"Jadi ini berita bagusnya bahwa ternyata foreign buy hari ini setelah empat hari kemarin net sell dari foreign", tambahnya.
Namun, pada penutupan perdagangan BEI Senin sore, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah 406,88 poin atau 4,88 persen ke posisi 7.922,73.
Sementara itu, indeks LQ45 turun 27,29 poin atau 3,27 persen ke posisi 806,24.
Data perdagangan mencatatkan 2.949.040 kali transaksi dengan volume 50,41 miliar lembar saham dan total nilai transaksi mencapai Rp29,17 triliun.
Tercatat hanya 58 saham yang mengalami kenaikan, sementara 720 saham melemah dan 36 saham stagnan.
- Penulis :
- Arian Mesa








