Forgot Password Register

Headlines

Waduh! 45 Persen Pekerjaan akan Dilakukan Mesin, Manusia ke Mana?

Waduh! 45 Persen Pekerjaan akan Dilakukan Mesin, Manusia ke Mana? Ilustrasi (Pixabay)

Pantau.com - Lembaga survei dan konsultan Mercer Indonesia memperkirakan sebanyak 45 persen bentuk pekerjaan yang ada saat ini akan berganti menjadi otomatisasi menggunakan mesin atau pranata digital.

"Tren ini akan terjadi karena sekarang perusahaan memiliki agenda digital, mereka sadar bahwa digitalisasi akan menjadi bagian kehidupan," kata Kepala Bisnis Karir Mercer Indonesia Astrid Suryapranata dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (6/12/2018).

Meski begitu ia menekankan bahwa bentuk pekerjaan tersebut tidak akan hilang, karena sekitar 35 persennya hanya beralih pengerjaannya dari tenaga manusia menjadi menggunakan mesin.

Baca juga: Ada Celah Bisnis 'Legit' Nih Jelang Konser BLACKPINK

Menurut pemaparan yang dia sampaikan, mayoritas pekerjaan yang akan berubah bentuk tersebut merupakan pekerjaan yang masih bisa direkayasa dengan menggunakan algoritma.

"Sementara pekerjaan yang masih melibatkan bentuk emosional akan menjadi pekerjaan di masa mendatang. Istilahnya kalau sekarang dalam bentuk transaksional, ke depan akan lebih relasional," tambahnya.

Perkiraan perubahan bentuk pekerjaan tersebut akam terjadi di delapan bidang industri, antara lain bidang pertambangan, jasa pertambangan, industri teknogi, barang konsumen, otomotif, ilmu hayati, kimia, dan jasa keuangan, meski dengan persentase yang masing-masing berbeda.

Baca juga: Sobat Pantau, Profesi Insinyur di Indonesia Masih Sedikit Nih

Selain itu, perusahaan juga akan memadukan jenis pekerjaan antara manusia dan robot atau kepintaran buatan (AI) sehingga akan memunculkan jenis pekerjaan yang baru.

Hal ini tentu akan menambah bidang pekerjaan yang lebih beragam, katanya menambahkan.

"Perusahaan pasti juga akan memilih, apakah akan melatih karyawannya dengan kemampuan baru, menyewa jasa dari perusahaan lain atau mencari tenaga lepas, atau melakukan kolaborasi-kompetisi," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More