HOME  ⁄  Bioskop

Film "Memburu Pemangsa" Angkat Kekerasan terhadap Anak lewat Investigasi Empat Jurnalis

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Film "Memburu Pemangsa" Angkat Kekerasan terhadap Anak lewat Investigasi Empat Jurnalis
Foto: (Sumber :Poster film "Memburu Pemangsa". (ANTARA/Farika Nur Khotimah).)

Pantau - Film "Memburu Pemangsa" garapan sutradara Umay Shahab mengangkat isu kekerasan seksual terhadap anak melalui kisah investigasi empat jurnalis yang menelusuri kasus hilangnya sejumlah anak.

Produksi Sinemaku Pictures tersebut memadukan horor psikologis, investigasi kriminal, dan laga fisik untuk membawa persoalan kekerasan terhadap anak ke layar lebar Indonesia.

Film itu menempatkan ancaman nyata terhadap keselamatan anak sebagai pusat cerita di tengah maraknya film horor yang mengandalkan teror mistis dan legenda urban.

"Memburu Pemangsa" sekaligus menyoroti pentingnya kepekaan masyarakat terhadap keselamatan anak dan tanggung jawab orang dewasa dalam menghadapi persoalan kekerasan.

Empat Jurnalis Memburu Jejak Predator

Cerita berpusat pada empat jurnalis yang bekerja dalam satu ruang redaksi dan terlibat dalam penyelidikan hilangnya sejumlah anak secara beruntun.

Kasus yang awalnya terlihat sebagai penculikan kemudian berkembang menjadi penyelidikan mengenai praktik pemujaan sesat hingga keberadaan predator yang mengancam anak-anak.

Naskah yang ditulis Rezi Junio dan Umay Shahab menempatkan empat karakter perempuan sebagai penggerak utama investigasi.

Agnes yang diperankan Laura Basuki digambarkan masih menghadapi duka setelah kehilangan anak sekaligus memiliki intuisi tajam dan kepekaan indra keenam.

Cia yang diperankan Prilly Latuconsina digambarkan sebagai seorang bibi yang protektif terhadap keponakannya, Pandu, yang dimainkan Jordan Omar.

Brina yang diperankan Taskya Namya memiliki karakter vokal dan berani menghadapi konfrontasi fisik ketika melakukan penelusuran di lapangan.

Brina juga didampingi kakaknya, Petra yang diperankan Andri Mashadi, seorang polisi yang berusaha menjaganya.

Anya yang dimainkan Yasamin Jasem berperan sebagai periset metodis dengan ketertarikan terhadap literatur demonologi dan okultisme.

Pengetahuan Anya kemudian digunakan untuk membantu mengungkap simbol-simbol pemujaan iblis yang berkaitan dengan kejahatan dalam cerita.

Dinamika Kerja Jurnalis Jadi Bagian Cerita

"Memburu Pemangsa" turut menggambarkan proses kerja jurnalistik sebagai bagian penting dalam perkembangan investigasi.

Film memperlihatkan aktivitas para jurnalis dalam mengumpulkan informasi, memeriksa rekam jejak narasumber, melakukan verifikasi, serta menjalankan penelusuran langsung di lapangan.

Konsekuensi dari kelalaian verifikasi juga dimunculkan melalui karakter Cia yang menghadapi ancaman hukum.

Prinsip keberimbangan pemberitaan atau cover both sides turut menjadi bagian dari penggambaran aktivitas jurnalistik dalam film tersebut.

Riset dari meja redaksi kemudian dipadukan dengan penelusuran lapangan untuk membawa empat jurnalis semakin jauh dalam membongkar kasus hilangnya anak-anak.

Melalui rangkaian cerita tersebut, "Memburu Pemangsa" membawa isu keselamatan dan kekerasan terhadap anak dalam balutan film horor psikologis dan investigasi kriminal.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026