Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Rupiah Melemah ke Rp16.755 per Dolar AS, Dipicu Penguatan Global Dolar dan Sentimen Eksternal

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Rupiah Melemah ke Rp16.755 per Dolar AS, Dipicu Penguatan Global Dolar dan Sentimen Eksternal
Foto: Arsip foto - Petugas menunjukkan pecahan mata uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat (AS) di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Kamis 15/1/2026 (sumber: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Pantau - Nilai tukar rupiah ditutup melemah 33 poin atau 0,20 persen ke posisi Rp16.755 per dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis di Jakarta, dibandingkan hari sebelumnya di level Rp16.722 per dolar AS.

Faktor Global Dominasi Tekanan terhadap Rupiah

Penyebab utama pelemahan rupiah berasal dari faktor eksternal, terutama penguatan dolar AS yang dipicu oleh ekspektasi pasar bahwa suku bunga Amerika Serikat akan bertahan tinggi dalam waktu yang lebih lama.

Research and Development ICDX, Taufan Dimas Hareva, menyebutkan bahwa pergerakan nilai tukar hari itu mengalami fluktuasi akibat tekanan global.

"Rupiah pada perdagangan hari ini bergerak fluktuatif. Tekanan masih berasal dari faktor global, terutama penguatan dolar AS seiring ekspektasi suku bunga Amerika Serikat yang bertahan tinggi lebih lama, serta kenaikan imbal hasil US Treasury," ungkapnya.

Mengutip laporan Xinhua, Federal Reserve Amerika Serikat memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,5–3,75 persen.

Sejumlah indikator ekonomi AS menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi berkembang solid, penambahan lapangan kerja tetap rendah, pengangguran relatif stabil, dan inflasi masih tinggi.

"Kondisi tersebut mendorong investor global bersikap lebih berhati-hati terhadap aset berisiko, sehingga ruang penguatan rupiah menjadi terbatas meski pelemahan diperkirakan tidak agresif," ia mengungkapkan.

Sentimen Domestik Bercampur, Kurs JISDOR Juga Melemah

Dari dalam negeri, sentimen terhadap rupiah dinilai cenderung bercampur.

Stabilitas kebijakan moneter Bank Indonesia dianggap menjadi penahan utama agar volatilitas nilai tukar tidak memburuk lebih jauh.

Namun, dinamika pasar saham domestik juga memiliki pengaruh terhadap persepsi risiko investor terhadap Indonesia.

"Trading halt tidak berdampak langsung terhadap rupiah, tetapi dapat memicu aliran keluar dana asing dari pasar keuangan apabila tekanan berlanjut, yang pada akhirnya berpotensi menekan nilai tukar," jelas Taufan.

Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga mencatat pelemahan, dari Rp16.723 menjadi Rp16.786 per dolar AS.

Penulis :
Shila Glorya