
Pantau - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dibuka menguat pada Selasa pagi, 10 Februari 2026, menjadi Rp16.799 per dolar AS atau naik 6 poin (0,04 persen) dibanding posisi sebelumnya Rp16.805 per dolar AS.
Penguatan Terjadi di Tengah Dinamika Pasar Global
Penguatan nilai tukar ini mencerminkan respons positif pasar terhadap situasi ekonomi global dan domestik yang relatif stabil pada awal pekan kedua Februari.
Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Rabu (21/1), rupiah juga tercatat menguat sebesar 20 poin atau 0,12 persen ke posisi Rp16.936 per dolar AS dari hari sebelumnya di Rp16.956.
Penguatan ini menjadi tren lanjutan setelah sebelumnya rupiah juga mengalami apresiasi di awal pekan, menunjukkan sentimen positif pelaku pasar terhadap kebijakan fiskal dan moneter nasional.
Faktor Penggerak dan Tren Rupiah Selanjutnya
Penguatan rupiah saat ini juga dipengaruhi oleh sentimen global yang cenderung risk-on, di mana investor mulai kembali masuk ke pasar negara berkembang seiring penurunan tekanan terhadap indeks dolar AS.
Meskipun demikian, pelaku pasar masih mencermati sejumlah faktor eksternal seperti kebijakan suku bunga The Fed dan stabilitas geopolitik global yang dapat memengaruhi volatilitas nilai tukar dalam waktu dekat.
- Penulis :
- Aditya Yohan








