
Pantau - PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk menyelesaikan proyek reaktivasi atau pengembalian status operasional tiga pesawat Garuda Indonesia dan 15 pesawat Citilink sejak 2025 hingga awal 2026.
Direktur Utama GMF Andi Fahrurrozi menyampaikan keberhasilan tersebut menjadi bukti kapabilitas dan ketangguhan GMF dalam mendukung kesiapan operasional maskapai nasional.
“Reaktivasi pesawat ini bukan sekadar penyelesaian proyek, melainkan bagian dari komitmen GMF untuk berkontribusi pada negara melalui dukungan penuh terhadap kesiapan operasional armada Garuda Indonesia dan Citilink,” kata Andi.
Pada proyek Garuda Indonesia, GMF menyelesaikan reaktivasi airframe tiga pesawat Airbus A330 dengan registrasi PK-GHE, PK-GHF, dan PK-GHI.
GMF juga menuntaskan dua pekerjaan engine performance restoration serta delapan pekerjaan High Pressure Turbine HPT blade replacement.
Selain itu, terdapat empat pekerjaan landing gear dalam proyek reaktivasi Garuda Indonesia.
Mayoritas milestone utama proyek Garuda Indonesia tercapai sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Reaktivasi 15 Pesawat Citilink Tuntas 100 Persen
Pada proyek Citilink, GMF menyelesaikan reaktivasi 15 pesawat Airbus A320.
GMF turut menyelesaikan satu pekerjaan engine overhaul dan satu pekerjaan engine repair.
Selain itu, terdapat enam pekerjaan auxiliary power unit APU overhaul dan satu pekerjaan landing gear overhaul.
Seluruh pesawat Citilink menjalani C05+6 Year+12 Year Inspection dengan capaian 100 persen sesuai total Turn Around Time TAT yang disepakati.
Dalam pekerjaan reaktivasi airframe, dua pesawat Citilink dengan registrasi PK-GLL dan PK-GLY mendapatkan pengecatan special livery.
Pesawat PK-GLY menjadi unit terbaru yang diselesaikan dalam proyek pengecatan special livery tersebut.
“GMF memastikan setiap pesawat yang kembali beroperasi memenuhi standar airworthiness, sehingga dapat memberikan layanan terbaik kepada masyarakat serta memperkuat konektivitas baik domestik maupun internasional,” ujar Andi.
Target Reaktivasi Tambahan pada 2026
Pada 2026, GMF berkomitmen melanjutkan proyek reaktivasi Garuda Indonesia Group.
Untuk Garuda Indonesia, direncanakan reaktivasi lima pesawat Airbus A330 disertai 10 pekerjaan engine maintenance, dua pekerjaan APU overhaul, dan satu pekerjaan landing gear overhaul.
Sementara untuk Citilink, direncanakan pengerjaan 20 pesawat yang terdiri atas enam ATR72-600 dan 14 Airbus A320.
GMF juga akan melaksanakan 12 pekerjaan engine overhaul dan enam pekerjaan APU overhaul untuk Citilink.
“Seluruh evaluasi dari pelaksanaan proyek reaktivasi di tahun 2025 akan menjadi fondasi peningkatan Turn Around Time TAT, penguatan manajemen risiko, serta pengendalian Cost of Poor Quality COPQ melalui berbagai inisiatif continuous improvement yang dilakukan GMF,” kata Andi.
- Penulis :
- Arian Mesa








