Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Pendakian Gunung Rinjani Kembali Dibuka, Ratusan Wisatawan Mulai Serbu Enam Jalur Resmi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pendakian Gunung Rinjani Kembali Dibuka, Ratusan Wisatawan Mulai Serbu Enam Jalur Resmi
Foto: (Sumber : Pintu masuk pendakian di wilayah Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur Provinsi NTB. ANTARA/Akhyar Rosidi..)

Pantau - Ratusan wisatawan mulai melakukan pendakian di kawasan Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat, setelah resmi dibuka kembali pada 1 April 2026 usai penutupan selama tiga bulan.

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) menyebut kuota pendakian dibatasi maksimal 700 orang per hari yang tersebar di enam jalur resmi.

"Maksimal 700 orang per hari yang bisa melakukan pendakian untuk 6 jalur pendakian di Gunung Rinjani," ungkap Kepala Seksi Subbagian Tata Usaha Balai TNGR Astekita Ardi Arisno.

Antusiasme Pendaki dan Jalur Favorit

Pendakian kembali dibuka setelah sebelumnya ditutup akibat cuaca ekstrem dan pemulihan ekosistem kawasan.

Mayoritas pendaki pada hari pertama didominasi wisatawan Nusantara, sementara wisatawan mancanegara diperkirakan mulai meningkat dalam beberapa hari ke depan.

"Untuk hari pertama ini didominasi oleh wisatawan Nusantara (lokal), dan didominasi selama empat hari ke depan," ujarnya.

Adapun jalur pendakian yang dibuka meliputi Senaru, Torean, Sembalun, Timbanuh, Tetebatu, dan jalur pendidikan Aik Berik.

Sistem Baru dan Imbauan Keselamatan

Balai TNGR telah menerapkan sistem pendakian berbasis teknologi seperti penggunaan gelang RFID dan perangkat pelacak posisi pendaki.

Selain itu, pemesanan tiket dilakukan secara daring melalui aplikasi E-Rinjani yang telah dibuka sejak 6 Maret 2026.

"Rinjani tidak kemana-mana dan selalu menantikan kehadiran para pendaki," kata Kepala Balai TNGR Budhy Kurniawan.

Pengelola juga mengimbau wisatawan untuk mempersiapkan diri dengan baik serta menjaga kelestarian lingkungan selama pendakian.

Pembukaan kembali dilakukan setelah evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan, fasilitas, dan kesiapan sumber daya manusia.

Penulis :
Ahmad Yusuf