
Pantau - Balai Registrasi Gunung Merapi Dempo (Brigade) tengah mematangkan rencana pembukaan kembali jalur pendakian Gunung Dempo di Pagar Alam, Sumatera Selatan, yang ditargetkan terealisasi sebelum akhir Mei 2026.
Rencana pembukaan jalur pendakian itu muncul setelah Brigade melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kota Pagar Alam, DPRD, dan Polres Pagar Alam.
Sekretaris Brigade Desta Ndruru mengatakan penurunan aktivitas vulkanik Gunung Dempo menjadi dasar utama usulan pembukaan kembali jalur pendakian.
“Kami telah berkoordinasi dengan berbagai pihak dan Wakil Wali Kota Pagar Alam meminta agar jalur pendakian segera dibuka sebelum akhir Mei ini. Hal tersebut mempertimbangkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang menunjukkan adanya penurunan aktivitas erupsi Gunung Dempo sepanjang periode 1 April hingga 15 Mei 2026,” ujar Desta di Pagar Alam, Sabtu.
Pemkot dan DPRD Dukung Pembukaan Jalur
Desta mengatakan Wakil Wali Kota Pagar Alam Bertha memberikan dukungan penuh terhadap rencana pembukaan jalur pendakian.
Pemerintah Kota Pagar Alam bahkan langsung berkoordinasi dengan UPT KPH Wilayah X Dempo Sumatera Selatan untuk membahas teknis pembukaan jalur.
Langkah tersebut dilakukan karena Gunung Dempo menjadi salah satu destinasi wisata unggulan yang diperkirakan ramai dikunjungi menjelang HUT ke-25 Kota Pagar Alam dan peringatan HUT RI.
Sebelumnya, Brigade juga melakukan audiensi dengan DPRD Kota Pagar Alam yang diterima langsung Wakil Ketua DPRD Syahrol Effendy.
“Pihak legislatif sangat mendukung pembukaan resmi ini. Sebab sejak jalur ditutup pada 7 April 2026 lalu banyak pendaki nekat menerobos secara ilegal. Dampaknya, terjadi penumpukan sampah yang dibuang sembarangan di sepanjang jalur akibat minimnya pengawasan,” kata Desta.
Polisi Minta Koordinasi Ketat dengan PVMBG
Selain mendapat dukungan dari pemerintah daerah dan DPRD, Brigade juga telah berkoordinasi dengan Polres Pagar Alam terkait rencana pembukaan jalur pendakian.
Dalam pertemuan tersebut, pihak kepolisian meminta Brigade tetap menjaga koordinasi ketat dengan PVMBG dan Kesatuan Pengelolaan Hutan sebelum jalur resmi dibuka.
Langkah tersebut dinilai penting untuk meminimalisasi risiko keselamatan dan memastikan keamanan para pendaki di kawasan Gunung Dempo.
Jalur pendakian Gunung Dempo sebelumnya ditutup sejak 7 April 2026 akibat meningkatnya aktivitas vulkanik gunung tersebut.
- Penulis :
- Aditya Yohan





