
Pantau - Kementerian Pariwisata Republik Indonesia berupaya memperkuat kerja sama dengan Korea Tourism Organization (KTO) dan pelaku industri pariwisata Korea Selatan guna memperluas promosi dan pemasaran pariwisata Indonesia serta meningkatkan kunjungan wisatawan antara kedua negara.
Langkah tersebut menjadi bagian dari penguatan kolaborasi promosi pariwisata yang mencakup penjualan paket wisata, business matching, fam trip, partisipasi dalam travel expo, promosi destinasi Indonesia, serta pengembangan wisata minat khusus.
Juru Bicara Kementerian Pariwisata, Nia Niscaya, menyampaikan bahwa, “Kementerian Pariwisata ingin memperkuat kerja sama promosi dan pemasaran dengan KTO dan wholesaler terkemuka Korsel dalam kegiatan promosi dan pemasaran untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dari kedua negara.”, ungkapnya.
Promosi Pariwisata dan Pengembangan SDM
Kolaborasi Indonesia dan Korea Selatan juga diarahkan pada pengembangan wisata minat khusus seperti golf, wisata bahari, kebugaran, dan gastronomi melalui sales mission serta tourism travel expo.
Nia Niscaya menyampaikan bahwa, “Tahun ini Kemenpar mengadakan kegiatan sales mission dan berpartisipasi dalam pameran pariwisata internasional di Seoul International Travel Fair (SITF), sales mission di Busan dan Gwangju, Korea Selatan.”, ungkapnya.
Kementerian Pariwisata menilai terdapat peluang besar untuk memperkuat kerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia, strategi pemasaran terpadu dan digital, serta pengembangan wisata gastronomi.
Korea Selatan juga dinilai berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas sumber daya manusia pariwisata Indonesia melalui program Korea Partnership Initiative for Sustainable Tourism (KOPIST) dan Program Pelatihan Eksekutif UN Tourism.
Pemerintah Indonesia turut mendorong kerja sama pemberdayaan generasi profesional pariwisata melalui program pertukaran, beasiswa, dan magang.
Perkuat Pemasaran Digital dan Kerja Sama Bilateral
Kementerian Pariwisata juga menjalankan strategi pemasaran digital melalui program Tourism 5.0 yang menghadirkan MaiA sebagai pendamping perjalanan digital di platform Indonesia.travel, termasuk menyediakan layanan dalam bahasa Korea.
MaiA membantu wisatawan menyusun paket perjalanan sesuai minat, seperti golf, wisata bahari, wisata petualangan, wisata kuliner, dan gastronomi.
Sebelumnya, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Republik Korea Chae Hwi Young di sela The 13th APEC Tourism Ministerial Meeting di Makau pada 27 Juni 2026.
Pertemuan tersebut membahas penguatan promosi bersama Korea Tourism Organization dan agen perjalanan, serta pengembangan wisata minat khusus gastronomi.
Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan bahwa, “Dengan kesamaan visi dalam kerangka APEC dan UN Tourism, Indonesia dan Republik Korea memiliki peluang besar untuk membawa kerja sama pariwisata ke tingkat yang lebih maju dan memberikan manfaat nyata bagi kedua negara.”, ungkapnya.
- Penulis :
- Shila Glorya





