
Pantau - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026, meskipun harga minyak dunia tengah mengalami kenaikan.
Subsidi BBM Tetap Aman
Purbaya menyatakan pemerintah telah menghitung ketahanan anggaran dengan asumsi harga minyak mencapai 100 dolar AS per barel.
“Kami siap tidak menaikkan (harga) sampai akhir tahun untuk BBM bersubsidi ya, dengan asumsi harga minyak 100 dolar AS per barel sampai akhir tahun, sudah dihitung rata-rata,” ujarnya dalam rapat kerja bersama DPR di Jakarta.
Ia menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir karena anggaran subsidi masih mencukupi.
APBN dan Cadangan Jadi Penopang
Pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk menghadapi kenaikan harga minyak global, termasuk memanfaatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta cadangan dana.
Salah satu sumber bantalan anggaran adalah Sisa Anggaran Lebih (SAL) yang mencapai Rp420 triliun, termasuk Rp200 triliun yang ditempatkan di perbankan.
Selain itu, penerimaan negara dari sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM) juga diharapkan dapat menopang kebutuhan subsidi.
Meski demikian, Purbaya menegaskan harga BBM non-subsidi tetap mengikuti mekanisme pasar sehingga tidak dapat dijamin stabil.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Tria Dianti








