
Pantau - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta kenaikan harga pestisida tetap terkendali di tengah dinamika geopolitik dan potensi El Nino agar tidak membebani petani serta menjaga produktivitas pertanian nasional.
Ia menyampaikan, "Sekarang aku minta Anda (pengusaha pestisida) kan sudah untung puluhan tahun, tolong dong mengabdi pada negara kita. Bolehlah untung tapi jangan tinggi-tinggi. Kenapa? Ini kita harus peduli pada saudara kita (petani)," di Jakarta, Selasa.
Mentan menilai kenaikan harga pestisida secara berlebihan berpotensi meningkatkan biaya produksi dan mengganggu keseimbangan usaha tani.
Batas Kenaikan Harga yang Wajar
Amran mengimbau pelaku usaha agar tidak menaikkan harga hingga 20 hingga 30 persen karena dinilai memberatkan petani.
Ia menyarankan kenaikan harga berada pada kisaran 5 hingga 10 persen agar tetap memberikan keuntungan tanpa menekan sektor pertanian.
Ia menegaskan, "Jangan ambil untung banyak sampai naikkan 30 (persen) karena aku punya penemuan, kami punya pabrik, kalian saya di situ. Ahli pestisida, ahli rodentisida. Jadi kalau bisa jangan dinaikkan banyak-banyak," tuturnya.
Antisipasi Pemerintah dan Stabilitas Produksi
Pemerintah juga menyiapkan langkah antisipatif dengan menyediakan dukungan pestisida bagi petani untuk menjaga ketersediaan di tengah potensi gangguan pasokan.
Selain itu, dukungan lain seperti irigasi, pompanisasi, dan alat mesin pertanian terus diperkuat untuk menjaga produktivitas sektor pertanian.
Mentan menegaskan faktor pupuk tetap menjadi komponen utama dalam produksi, sehingga stabilitas harganya menjadi prioritas pemerintah.
Dengan langkah tersebut, pemerintah optimistis sektor pertanian tetap mampu bertahan dan produktif meskipun menghadapi tantangan global dan perubahan iklim.
- Penulis :
- Aditya Yohan








