
Pantau - Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) mencatat transaksi pasar fisik emas secara digital pada kuartal I 2026 melonjak 246 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Lonjakan Transaksi dan Minat Investor
Total transaksi emas digital mencapai 30.921.382 gram pada kuartal I 2026, meningkat signifikan dari 8.941.108 gram pada periode yang sama tahun 2025.
Direktur ICDX Nursalam menyebut peningkatan ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap investasi emas digital.
“Pertumbuhan transaksi di Kuartal I tahun 2026 ini menunjukkan bahwa perdagangan pasar fisik emas secara digital makin diminati masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan ICDX akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Bappebti, untuk memperluas ekosistem perdagangan emas digital.
“Dengan melihat tren yang ada di kuartal I tahun 2026 ini, kami optimis sampai akhir tahun transaksi akan tumbuh positif,” katanya.
Pengawasan dan Dominasi Investor Muda
Kepala Bappebti Tirta Karma Senjaya menegaskan pihaknya memastikan keberadaan emas fisik dalam setiap transaksi untuk melindungi masyarakat.
“Harapannya, ekosistem ini akan terus tumbuh dan menjadi pilihan alternatif bagi masyarakat untuk berinvestasi,” ujarnya.
Data Bappebti menunjukkan jumlah investor emas digital mencapai 18,7 juta nasabah sepanjang 2025.
Investor didominasi kalangan muda usia 25–34 tahun sebesar 36,3 persen dan usia 18–24 tahun sebesar 32,6 persen.
Sebagian besar transaksi dilakukan dalam jumlah kecil, yakni di bawah 1 gram sebesar 94,9 persen dan nilai di bawah Rp1 juta sebesar 92,6 persen.
ICDX juga mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap penawaran investasi emas digital yang tidak resmi di media sosial.
- Penulis :
- Aditya Yohan








