HOME  ⁄  Ekonomi

Menteri PKP Minta Pengembang Proaktif Percepat Program Perumahan Nasional untuk Masyarakat

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Menteri PKP Minta Pengembang Proaktif Percepat Program Perumahan Nasional untuk Masyarakat
Foto: (Sumber : Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mendorong pengembang proaktif mengakselerasi perumahan nasional bagi masyarakat. (ANTARA/HO-Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.)

Pantau - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mendorong para pengembang perumahan agar lebih proaktif dalam mengakselerasi pembangunan perumahan nasional guna memenuhi kebutuhan hunian masyarakat, Jakarta, Selasa, 21 April 2026.

Dorong Pengembang Aktif dan Responsif

Maruarar menegaskan pentingnya pelaku usaha memahami regulasi serta aktif menyampaikan kendala yang dihadapi di lapangan.

"Sangat penting sebagai pengusaha untuk memahami aturan dan menyampaikan kendala yang ada di lapangan, termasuk terkait perizinan dan hal lainnya. Tinggal kita mau pasif atau aktif," ujarnya.

Ia menilai kolaborasi terbuka antara pemerintah dan pengembang menjadi kunci percepatan pembangunan perumahan nasional.

"Pengusaha berjuang untuk kepentingan usahanya, sementara saya berjuang demi kepentingan rakyat. Namun tidak apa-apa, kita harus terbuka dan memastikan koordinasi berjalan dengan baik," katanya.

Fokus Rumah Subsidi dan Segmentasi Masyarakat

Maruarar juga menekankan pentingnya pendekatan segmentasi dalam penyediaan rumah subsidi agar tepat sasaran.

"Kita dalam penyediaan rumah subsidi perlu melihat segmentasi. Teman-teman pengembang perumahan subsidi dari berbagai wilayah Indonesia juga memiliki segmentasi profesi masing-masing," ujarnya.

Ia menjelaskan kebijakan pemerintah kini semakin inklusif dengan menyasar masyarakat berpenghasilan rendah, baik yang memiliki penghasilan tetap maupun tidak tetap.

“Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, program ini ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), dan tidak hanya diberikan kepada yang memiliki penghasilan tetap, tetapi juga bagi masyarakat dengan pendapatan tidak tetap. Presiden telah membuat kebijakan yang memudahkan rakyat untuk memiliki rumah,” katanya.

Maruarar menambahkan pemerintah juga telah meningkatkan target pembangunan rumah subsidi secara signifikan menjadi 350.000 unit dalam waktu satu tahun.

Dukungan sektor perbankan dan lembaga standardisasi disebut menjadi faktor penting dalam memperkuat ekosistem perumahan melalui pembiayaan berkelanjutan dan penerapan standar kualitas hunian.

Penulis :
Ahmad Yusuf