
Pantau - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mendorong transformasi ekonomi berbasis ilmu pengetahuan guna memperkuat kualitas sumber daya manusia dan daya saing nasional, Selasa.
Fokus Ekonomi Berbasis Teknologi dan Inovasi
Rachmat menegaskan pembangunan ekonomi ke depan harus bertumpu pada konsep knowledge-based and technology economy.
“Sudah waktunya ke depan kita membangun ekonomi yang berbasis ilmu pengetahuan, ekonomi yang berbasis knowledge-based and technology economy. Operasionalisasi STP ini harus dimaknai sebagai stimulan fundamental dalam eskalasi kualitas modal manusia,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan saat peresmian Soft Launching Science Techno Park (STP) ITS Nopember di Surabaya.
Ia menjelaskan ITS telah menghasilkan berbagai inovasi seperti pengembangan bandwidth, teknologi medis, hingga penangkapan karbon.
Dorong Startup dan Hilirisasi Riset
Rachmat juga menekankan pentingnya pengembangan sektor strategis seperti robotika, otomotif, dan perkapalan yang tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga paten.
“Ke depan, kita ingin membangun riset yang berdampak (impact university) dan mendorong kewirausahaan. Science Techno Park ini diharapkan tidak hanya menghasilkan teknologi baru, tetapi juga melahirkan perusahaan baru yang nyata,” katanya.
Rektor ITS Bambang Pramujati menyebut STP ITS dirancang sebagai ruang kolaborasi antara inovasi, industri, dan startup untuk memperkuat ekosistem hilirisasi.
STP ITS dibangun sejak 2022 melalui program Higher Education for Technology and Innovation (HETI) dengan dukungan Asian Development Bank di atas lahan 10 hektare.
Pengembangan kawasan ini mencakup sektor maritim, otomotif, Information and Communication Technology (ICT), robotika, serta industri kreatif.
Bappenas berharap STP ITS mampu melahirkan inovasi dan perusahaan baru yang berdampak nyata bagi pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
- Penulis :
- Aditya Yohan








