
Pantau - Badan Pengelola Investasi Danantara menargetkan pembelian lahan strategis berjarak sekitar 400 meter dari Masjidil Haram untuk pembangunan Kampung Haji Indonesia guna meningkatkan kenyamanan jamaah, khususnya lansia.
Langkah ini diungkapkan oleh Utusan Khusus Presiden Hashim Djojohadikusumo yang menyebut proses penawaran lahan tengah berlangsung dengan persaingan ketat dari puluhan pihak.
"Bulan ini, Pak Rosan Danantara lagi menge-bid melawan beberapa puluh pesaing untuk dapat tanah 400 meter dari Masjidil Haram," ungkapnya.
CEO Danantara Rosan Roeslani saat ini disebut sedang mengikuti proses penawaran lahan yang dinilai sangat strategis tersebut.
Pertimbangan Lansia Jadi Prioritas
Pemerintah mempertimbangkan faktor usia jamaah haji Indonesia yang mayoritas berada pada rentang 60 hingga 70 tahun sehingga membutuhkan akses yang lebih dekat ke Masjidil Haram.
"Jamaah Indonesia yang ke Tanah Suci banyak yang sudah sepuh, sudah umur 60–70 tahun. Harus jalan kaki 9–10 km," ujarnya.
Kondisi tersebut dinilai menjadi alasan utama percepatan pembangunan Kampung Haji agar jamaah tidak perlu menempuh jarak jauh saat beribadah.
Rencana Pembangunan dan Dukungan Saudi
Proyek Kampung Haji Indonesia dirancang mencakup pembangunan sekitar 15 menara dengan berbagai fasilitas pendukung seperti restoran khas Indonesia dan area istirahat bagi jamaah lansia.
"Nanti yang tua-tua, sepuh-sepuh, bisa di sana. Bisa istirahat," katanya.
Selain itu, proyek ini juga mendapat dukungan dari Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dengan lokasi pengembangan berada dalam radius sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram.
Sebelumnya, pemerintah Indonesia telah mengamankan lahan seluas sekitar 45 hektare sebagai bagian dari rencana pengembangan kawasan tersebut.
Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan jamaah Indonesia, memperkuat ekosistem halal global, serta memberikan dampak ekonomi melalui efek berganda bagi Indonesia.
- Penulis :
- Shila Glorya








