
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menyatakan penataan kawasan kumuh di Mrican, Caturtunggal, Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dapat menjadi percontohan bagi kota lain di Indonesia.
Ia mengungkapkan, "Saya kemarin sore (Jumat, 24/4) mengunjungi kawasan Meican di Sleman, penataan kawasan kumuh di lokasi tersebut bisa menjadi percontohan bagi penataan kawasan kumuh di kota-kota lain di Indonesia," saat bertemu Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa pada kegiatan penanaman pohon Koridor Hijau ruas Tol Prambanan-Purwomartani, Sabtu (25/4/2026).
Revitalisasi Kawasan Bantaran Sungai
AHY sebelumnya meninjau langsung revitalisasi kawasan seluas lima hektare di bantaran Sungai Gajahwong yang kini berubah dari kawasan kumuh menjadi bersih dan tertata.
Kawasan tersebut kini dilengkapi Ruang Terbuka Publik (RTP) "Gatotkaca" yang dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas masyarakat.
Ia juga mengapresiasi konsep 3M yaitu Mundur, Munggah, Madhep Kali yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Sleman dalam penataan kawasan bantaran sungai.
Pengelolaan Sampah dan Komitmen Pemerintah Daerah
AHY turut meninjau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Condongcatur yang mampu mengolah 8 hingga 10 ton sampah per hari menjadi RDF, pupuk, dan produk lain berbasis pengelolaan masyarakat.
Bupati Sleman Harda Kiswaya menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menata kawasan kumuh menjadi ruang publik yang fungsional melalui kolaborasi berbagai pihak.
Ia mengatakan, "Dengan begitu harapannya kualitas hidup masyarakat meningkat, kesehatannya meningkat, dan lebih sejahtera."
Informasi tambahan menyebutkan program penataan kawasan kumuh di Sleman akan terus diperluas guna meningkatkan kualitas hidup warga secara berkelanjutan.
sleman, ahy, kumuh, revitalisasi, lingkungan
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




