HOME  ⁄  Ekonomi

SIG Bukukan Laba Rp80 Miliar pada Kuartal I 2026 di Tengah Tekanan Industri Semen

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

SIG Bukukan Laba Rp80 Miliar pada Kuartal I 2026 di Tengah Tekanan Industri Semen
Foto: (Sumber: Fasilitas pelabuhan SIG di Lhoknga, Aceh Besar. (ANTARA/HO-SIG).

Pantau - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mencatat laba periode berjalan sebesar Rp80 miliar pada kuartal I 2026 meski industri semen domestik masih menghadapi tekanan kelebihan pasokan dan kenaikan biaya.

Kinerja tersebut didorong oleh peningkatan volume penjualan, pendapatan, serta hasil transformasi bisnis yang dijalankan perseroan.

Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni menyatakan, "Transformasi bisnis yang dilakukan SIG berfokus pada tiga strategi utama yaitu peningkatan pengelolaan pasar mikro, efisiensi biaya, serta optimalisasi produk turunan semen dan portofolio yang menjadi katalis pertumbuhan kinerja perusahaan," ungkapnya.

SIG mencatat volume penjualan sebesar 8,71 juta ton atau naik 1,7 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 8,57 juta ton.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh penjualan domestik yang meningkat 5,4 persen terutama dari segmen semen kantong yang melonjak 11 persen dan melampaui pertumbuhan permintaan nasional sebesar 7 persen.

Di sisi lain, penjualan regional mengalami kontraksi sebesar 8 persen pada periode yang sama.

Pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp8,29 triliun dengan beban pokok pendapatan mencapai Rp6,62 triliun.

SIG juga membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp156 miliar serta EBITDA sebesar Rp1,06 triliun.

Vita mengungkapkan, "Selain kinerja penjualan yang mengalami peningkatan, pendapatan juga tercatat naik 8,3 persen disertai kenaikan laba sebesar 88,7 persen," ujarnya.

Beban pokok pendapatan meningkat 8,6 persen seiring kenaikan volume penjualan serta harga bahan bakar dan energi.

Biaya operasional juga naik 9 persen, namun biaya keuangan bersih berhasil ditekan hingga turun 35,4 persen melalui pengelolaan keuangan yang lebih efisien.

SIG juga mendorong ekspansi pasar ekspor melalui pengembangan fasilitas produksi untuk memperkuat kinerja perusahaan.

Melalui anak usaha PT Solusi Bangun Indonesia Tbk bersama Taiheiyo Cement Corporation, perseroan telah menyelesaikan pembangunan dermaga dan fasilitas produksi ekspor di Tuban, Jawa Timur.

Fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2026 untuk meningkatkan utilitas produksi dan memperluas pasar ekspor.

"Ekspor akan menjadi segmen penting tidak hanya untuk menyiasati overcapacity industri domestik, tetapi juga meningkatkan utilitas dan mendukung pertumbuhan kinerja yang stabil," ucap Vita.

Penulis :
Ahmad Yusuf