
Pantau - Pemerintah Kota Surabaya mempercepat revitalisasi pasar tradisional guna menghidupkan kembali fungsi ekonomi dan sosial pasar dengan target pembenahan sedikitnya 10 pasar hingga tahun 2026.
Revitalisasi dilakukan sebagai respons terhadap berbagai masalah klasik seperti infrastruktur yang buruk, tata kelola yang lemah, serta menurunnya daya saing pasar tradisional.
Perubahan kondisi pasar kini membuat lingkungan menjadi lebih bersih, tertata, dan nyaman bagi pembeli maupun pedagang.
Lima pasar diprioritaskan rampung pada pertengahan Mei, yakni Pasar Tembok Dukuh, Pasar Kembang, Pasar Babakan Baru, Pasar Wonokromo, dan Pasar Simo Gunung.
Fokus pembenahan meliputi perbaikan drainase, lantai, atap, serta sirkulasi udara untuk meningkatkan kenyamanan dan standar kesehatan.
Di Pasar Tembok Dukuh, perbaikan dilakukan dengan meninggikan lantai serta memperbaiki saluran air guna mencegah genangan.
Kapasitas pasar tersebut juga meningkat dari sekitar 135 stan menjadi 189 stan setelah dilakukan revitalisasi.
Penataan ulang dilakukan untuk mengakomodasi pedagang yang sebelumnya berjualan di luar area resmi pasar.
Pasar Babakan Baru dan Wonokromo juga menerapkan standar kesehatan, termasuk sistem pemotongan unggas yang higienis.
Selain itu, tersedia instalasi pengolahan air limbah sebagai bagian dari pengelolaan pasar modern.
Revitalisasi tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik, tetapi juga perubahan perilaku pedagang serta sistem pengelolaan pasar.
Pemerintah mendorong penerapan standar kebersihan serta penggunaan sistem transaksi nontunai di lingkungan pasar.
Pasar Kembang diarahkan menjadi ekosistem perdagangan modern dengan dukungan digital untuk meningkatkan daya saing.
Tantangan utama dalam program ini adalah menjaga konsistensi pengelolaan agar pasar tidak kembali kumuh setelah diperbaiki.
Keterbatasan anggaran membuat revitalisasi dilakukan secara bertahap sesuai prioritas yang ditetapkan pemerintah.
Penataan ulang juga berpotensi menimbulkan konflik sehingga memerlukan pendekatan sosial yang tepat kepada para pedagang.
Pasar tradisional dinilai tetap memiliki peran penting sebagai pusat ekonomi rakyat sekaligus ruang interaksi sosial masyarakat.
Revitalisasi ini juga membuka peluang pasar menjadi ruang yang lebih kompetitif bahkan berkembang sebagai destinasi wisata lokal.
Pemerintah menilai diperlukan pengelolaan profesional, integrasi digital, pemberdayaan pedagang, serta pengawasan berkelanjutan.
Revitalisasi pasar dipandang sebagai investasi sosial untuk menjaga keberlangsungan ekonomi rakyat.
- Penulis :
- Gerry Eka





